Anda diciptakan sama,namun anda diselamatkan untuk menjadi "BERBEDA"

27 March 2009

KEPEMIMPINAN KRISTEN MENURUT TEOLOGI YOHANES

LATAR BELAKANG DAN TUJUAN SURAT YOHANES DAN WAHYU
Injil Yohanes
Tujuan surat ini jelas diberikan pada Yoh 20:30, supaya menghantar pembacanya kepada kepercayaan bahwa Yesus ialah Mesias dan Anak Allah, dan dengan demikian membawa mereka ke dalam pengalaman hidup yang kekal. Hanya Injil Yohanes yang dengan jelas tujuan penulisannya. Tulisan dalam Injil ini bersifat menginjili. Metodenya khas dengan mengemukakan pekerjaan dan perkataan-perkataan Yesus – sedemikian rupa – sehingga juga mengungkapkan kodrat diri-Nya. Penggambaran jati diri tokoh ini sebagai Mesias yang dijanjikan, merujuk kepada target pembacanya adalah orang Yahudi.
Penulis Injil ini menyatakan dirinya sebagai “murid yang dikasihi Yesus” (21:20). Dengan alasan ini diyakini rasul Yohaneslah penulis Injil Yohanes. Injil ini ditulis sekitar 85-95 M.

1 Yohanes
Pengarang buku ini adalah rasul Yohanes. Walaupun dia tidak menyatakan diri sebagai penulis di 1 Yohanes, tapi karena kesamaan kosa kata dan gaya penulisan antara 1 Yohanes dengan Injil Yohanes, banyak yang meyakini bahwa 1 Yohanes ditulis oleh orang yang sama dengan Injil Yohanes.
Surat ini diperkirakan ditulis sekitar 90 M.
Surat ini timbul guna menampik kegiatan guru-guru penyesat yang telah mengundurkan diri dari jemaat dan berusaha menggoda orang-orang percaya (2:18). Mereka perintis dari bidat yang kemudian hari dikenal dengan nama “Gnostik” dan menyatakan bahwa mereka mempunyai ilmu khusus tentang Allah dan teologi. Berdasarkan ajaran baru mereka agaknya mereka menyangkal Yesus adalah Mesias atau Kristus (2:22), Anak Allah (4:15; 5:5,10), yang telah ada sejak semula (1:1), yang sudah datang dalam rupa manusia (4:2; 2 Yoh 7) untuk menyediakan keselamatan bagi manusia (4:9). Guru-guru palsu ini selanjutnya menyatakan bahwa mereka “tidak berdosa” (1:8,10) dan nampaknya mereka tidak membutuhkan kelepasan melalui kematian Yesus Kristus.
Kunci teologi yang dijabarkan dalam surat ini adalah tentang hidup yang kekal, pengenalan akan Allah, dan keberadaan iman. Yohanes mengembangkan ide teologianya dengan gambaran eksplisit yang kontras, seperti : jalan terang dan gelap, anak Allah dan Iblis, kehidupan dan kematian, kasih dan kebencian. Dia mencoba memberikan gambaran yang jelas antara guru yang benar dan guru yang palsu. Dia mendorong orang percaya untuk berpegang pada apa yang mereka sudah dengar pada awalnya, sehingga mereka dapat mempertahankan persekutuan dengan Allah dan kasih sesame umat percaya. Petrus dan Yohanes sama-sama konsetrasi tentang doktrin yang murni di dalam gereja. Dia mendesak mereka untuk memperlihatkan iman percaya mereka pada Kristus, sehingga doktrin yang benar dapat terlihat dari kehidupan yang benar dan kasih mereka satu sama lainnya.

2 Yohanes
2 Yohanes terbit dari seorang “penatua” kepada “ibu terpilih dan anak-anaknya”. Ini khas perlambang untuk menyapa suatu jemaat (bandingkan dengan 1 Petrus 5:13), mungkin maksudnya untuk mempersulit pengusutan jika surat ini jatuh ke tangan lawan. Hal-hal yang melatarbelakangi surat ini sama dengan 1 Yohanes, guru-guru penyesat mengunjungi gereja-gereja dan menyangkan Anak Allah menjadi manusia. Bidat ini menamakan diri Decotism (bhs Inggris). Mereka berpendapat Yesus tidak memiliki tubuh, hanya seperti tubuh, yang menderita dan mati di kayu salib.
Yohanes meminta umat percaya untuk berpegang teguh kepada kebenaran: Yesus Kristus datang sama dengan tubuh manusia biasa. Penyataan ini tampak lima kali do empat ayat pertama surat ini. Yohanes ingin umat percaya menjaga diri dari pengajalan yang salah, cara yang terbaik adalah dengan tetap memegang kebenaran.
Surat ini diperkirakan ditulis pada 90 M.
Pesan dari surat ini sangat jelas yaitu menjaga diri dari pengajalan yang salah, dan memelihara kebenaran. Jangan tahu kebenaran namun tidak dipraktekkan. Mempraktekkan kebenaran namun tidak membela kebenaran. Selalulah berada pada lingkaran kebenaran.
Surat ini adalah kitab terpendek dalam Perjanjian Baru.

3 Yohanes
3 Yohanes adalah surat pribadi (seperti Filemon) dialamatkan kepada Gayus, sahabat penatua itu. Gayus adalah pemimpin suatu jemaat. Dia dipuji karena menjaga kebenaran dan menerapkan kasih terhadap penginjil yang berkeliling melayani Injil dan yang sepenuhnya mengandalkan jemaat-jemaat berkaitan dengan kebutuhan mereka (1-8). Sikap Gayus adalah kebalikan dengan sikap Diotrefes, yang berusaha menjadi pemimpin dari jemaatnya. Sementara itu Diotrefes sangat berambisi menjadi “uskup” gerejanya dan membenci setiap campur tangan dari luar. Kemelut yang sama tentu timbul sementara para rasul berangsur tiada, tapi adalah jelas bahwa Diotrefes tidak mengatasi persoalan secara kristiani. Tindakan Diotrefes ini bertentangan dengan perintah Kristus untuk saling mengasihi satu dengan lainnya. Sang penatua memberi tahu bahwa dia bermaksud datang dan ingin langsung menghadapi Diotrefes secara pribadi bila perlu (9-11). Jadi surat Yohanes ini ditulis sebagai respon atas perebutan yang terjadi pada sebuah gereja lokal. Surat ini memberikan gambaran tentang gereja mula-mula menjelang akhir abad pertama.

Wahyu
Kitab Wahyu adalah kitab terakhir di Perjanjian Baru dan isinya luar biasa. Kitab ini jarang dibaca karena terkenal sulit dipahami. Sebagian besar penyebabnya adalah karena dalam Wahyu berlimpah digunakannya symbol-simbol yang kita tidak menggunakannya, dan yang untuk memahaminya kita tidak lagi memiliki kuncinya. Namun demikian simbol-simbol itu mudah dipahami oleh orang-orang pada zaman itu. Penulis mengharapkan bahwa pembacanya akan memahami kiasannya, dan karena itu menganggap tidak perlu memberikan penjelasan. Wahyu termasuk kelompok susastra yang dikenal sebagai apokaliptik, dan satu-satunya Kitab jenis ini di dalam PB, meskipun Kitab-kitab lainnya mengandung bagian-bagian yang bersifat apokaliptik (umpamanya Mat 24). Wahyu dimulai dengan penglihatan akan Tuhan Yesus yang telah bangkit, yang memberikan amanat kepada 7 gereja. Amanat ini menegur gereja-gereja tersebut perihal kegagalan mereka, dan mendorong mereka berada pada jalan pelayanan Kristen. Wahyu diakhiri dengan penglihatan tentang millennium, tentang langit baru dan bumi baru. Tradisi menegaskan bahwa Yohanes yang menulis kitab Wahyu sama dengan rasul Yohanes.
Kitab Wahyu ditulis ketika gereja perdana mengalami penganiayaan dan kesulitan. Mereka berjuang dengan penderitaan, peperangan rohani, praktek dan doktrin bidat-bidat, dan kelesuan rohani.
Kitab Wahyu diperkirakan ditulis pada 95 M. Kitab ini adalah klimaks dari Alkitab, dan memenuhi apa yang Tuhan mulai di Kejadian.

PESAN-PESAN KEPEMIMPINAN KRISTEN
Injil Yohanes
Tinjauan
Seperti Injil yang lain, kitab Injil ini berfokus pada minggu-minggu terakhir kehidupan Yesus. Kita bisa belajar banyak hal. Kita bisa melihat kekuatan dari seorang pemimpin yang dibesarkan dalam masa-masa sulit. Kita bisa melihat pemimpin yang besar tidak pernah tertekan. Membaca Injil ini kita melihat Yesus tidak hanya sebagai Raja atas segala raja, tapi sebagai Pemimpin dari segala pemimpin, yang memimpin dalam kondisi ditekan, lebih baik dari siapapun sebelum dan sesudahnya.
Allah mencabangkan setiap pemimpin dengan Yesus agar mereka menarik kekuatan dan terpelihara dari Yesus sendiri. Di pasal 15, Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai “pokok” dan kita adalah “carangnya”. Tuhanlah yang menopang dan mengarahkan kita saat kita memimpin. Kita harus selalu tetap tinggal terhubung dengan-Nya. Kita menjadi mampu karena Dia.

Pelajaran Kepemimpinan
Pelajaran 1 : Gambaran Seorang Pemimpin
Dalam pelayanan Yesus yang pendek, memberikan kepada kita gambaran yang penting sekali tentang seorang pemimpin. Berikut ini beberapa gambaran mengenai seorang pemimpin:
1.Ayah dan Anak: hubungan yang hangat dan penuh kasih membuat pemimpin dihargai oleh pengikutnya.
2.Suami dan Istri: Hubungan yang saling menguatkan dan mengikat menunjukkan kepada pemimpin akan pentingnya kasih dan komitmen.
3.Kepala dan Tubuh: Ini memberikan gambaran yang berhubungan dengan penguasaan dan perlindungan, dengan demikian pemimpin adalah sebagai pengarah.
4.Pokok dan Carang: Ini adalah gambaran pemimpin tentang sumber pemelihara. Pemimpin memberikan perbekalan.
5.Raja dan Warga negara: Ini memberikan gambaran mengenai kebijaksanaan dan pengaruh. Pemimpinlah yang memandu orang-orang.
6.Penjunan dan Tanah liat: Ini adalah gambar tentang tanggung jawab dan lepas tangan. Pemimpinlah yang mengembangkan orang-orang.
7.Pengurus kebun anggur dan kebun anggur: Ini adalah gambaran mengenai petani yang memangkas dan memelihara kepunyaannya. Pemimpinlah yang mendisiplinkan orang-orang.
8.Kepala Tentara dan tentara: Ini adalah gambaran mengenai otoritas dan latihan. Pemimpinlah yang menyiapkan senjata guna perjuangan.
9.Pencipta dan ciptaan: Ini adalah gambaran mengenai kekuasaan dan kepatuhan. Pemimpinlah yang memberikan “keturunan”/pengganti dirinya dari orang lain.
10.Nabi dan umat: ini adalah gambaran dari meminyaki dan kekuatan rohani. Pemimpinlah yang membenarkan dan memimpikan.
11.Gembala dan domba: ini adalah gambaran mengenai kehangatan dan kecantikan. Pemimpinlah yang mengarahkan dan melindungi domba-dombanya.
12.Imam dan penyembah: Ini adalah gambaran mengenai ketuhanan dan keintiman rohani. Pemimpin harus menghubungkan orang kepada Allah.
Ketika kita membaca secara keseluruhan kehidupan Yesus dan berdasarkan Perjanjian Baru, kita akan melihat kiasan-kiasan di atas. Para penulis memberikan gambaran yang indah mengenai macam kepemimpinan yang Allah ingin terpenuhi di dalam diri kita.

Pelajaran 2 : Kehambaan
Yohanes 8 memberikan gambaran panjang mengenai dua pertikaian. Dimulai dengan ditemukannya wanita yang berzinah (ayat 1-11), kemudian berpindah menjadi adu pendapat antara Yesus dan ahli Farisi mengenai penghakiman (ayat 12-30). Diakhiri dengan perdebatan pemimpin sinagoge tentang identitas diri Yesus (ayat 48-59).
Pemimpin Yahudi tidak mampu memahami Yesus karena mereka duduk di posisi berkuasa dan takut dipindah. Yesus mengajarkan pemimpin berarti melayani orang lain, berbeda dengan pemimpin Yahudi yang mencari gelar dan posisi terhormat. Yesus mengajarkan pemimpin berarti memberikan haknya, sedangkan pemimpin Yahudi sombong dengan keturunan anak-anak Abraham.
Tidakkah ini kedengaran sama dengan kondisi kepemimpinan kita saat ini ? Orang-orang berjuang mempertahankan tradisi dan aturan-aturan. Beberapa telah menjadi buta akan kebutuhan orang lain dan asyik dengan dirinya sendiri. Pemimpin yang seperti ini berdiri pada posisi kontras dengan pemimpin pelayan yang Yesus contohkan.
Secular Leadership vs Spiritual Leadership
Hal Secular Leadership Spiritual Leadership
Menambah pengaruh Dengan kekuasaan Mengasihi orang
Memiliki kepercayaan Bersaing dan memenangi Bergantung Allah
Memperoleh otoritas Klaim hak dan posisi Melayani
Menumbuhkan organisasi Meminta orang Mengembangkan orang
Visi apa yang mengerakkan Keuntungan sesaat Keuntungan kekal
Apa itu sukses Mengatasi persaingan Menaati Allah
Hati pemimpin Seorang bos Seorang Bapa
Seperti apa gambaran kepemimpinan Anda saat ini ? Ahli farisi atau hamba kah Anda ?

Pelajaran 3 : Hubungan yang Intim dengan Pengikut
Yesus menggambarkan dirinya sebagai Gembala yang baik, seorang Pemimpin yang mengarahkan umat-Nya seperti seorang gembala memimpin dombanya. Gembala adalah lembut, tulus hati, intim, penuh kasih. Mereka mengarahkan, mengkoreksi, melindungi, dan memberi makan. Yohanes mengkontraskan gembala yang baik dengan orang sewaan. Orang sewaan mendapatkan upah dari pekerjaannya, tapi tidak sepenuh hati mengerjakannya. Dia akan berhenti menjaga dombanya ketika tidak ada manfaat lagi yang dia peroleh.
Orang Sewaan Gembala
1. Bekerja demi uang 1. Bekerja dengan kasih
2. Tidak punya hati demi domba 2. Punya hati demi domba
3. Meninggalkan ketika kesulitan datang 3. Berikan dirinya demi domba
4. Tidak setia kepada tuannya 4. Setia melayani tuannya
5. Memberi makan diri sendiri, tidak domba 5. Memberi makan domba
6. Melalaikan dombanya 6. Dengan tulus hati menjaga domba
7. Menggerakkan domba dengan kasar 7. Memimpin domba dengan bijaksana
dan kurang belaskasihan

Surat-surat Yohanes
Tinjauan
Yohanes menulis ketiga surat ini untuk gereja mula-mula, pembahasan yang menyentuh beberapa tema mendasar: mempertahankan kejujuran dan integritas; hidup dalam otoritas sebagai anak Allah; berhubungan dengan orang lain dengan kasih; pendalaman dan pengaplikasian yang benar seperti yang kita katakan dan percaya; dan memegang nilai-nilai awal. Tiga kata kunci yang tertuang dalam surat-surat ini adalah hidup, terang, dan kasih. Ketiga kata ini adalah kualitas Yesus Kristus, sebagai Pemimpin dari pemimpin, yang terwujudkan dari umat-Nya. Kepemimpinan yang efektif mengasihi orang-orangnya dan berhubungan baik dengan mereka. Mereka memberi terang/jalan keluar dalam persoalan dan keputusan yang perlu dibuat. Dan mereka memberi hidup di organisasi melalui keberadaan, keahliaan, dan karakter mereka. Yohanes menjelaskan bahwa Allah adalah Pemimpin yang sejati, yang memiliki hidup, terang, dan kasih. Tuhan menjadi model dimana karakteristik-Nya Dia inginkan berkembang di dalam kita, dan merekalah yang menjadi pemimpin yang baik.
Pelajaran Kepemimpinan
Pelajaran 1 : Memiliki Nilai Kebenaran
Pemimpin harus memiliki nilai kebenaran lebih dari hal yang lain. Dalam surat 1 Yohanes, digambarkan empat kebohongan yang sering kita katakan:
1.Kita katakan kita telah memiliki persekutuan dengan Dia, namun masih berjalan dalam kegelapan (1:6)
2.Kita katakan kita tidak berdosa dan menipu diri kita sendiri (1:8)
3.Kita katakan kita mengenal Dia, tapi tidak memegang perintah-perintah-Nya (2:4)
4.Kita katakan kita ada dalam terang, namun kita membenci saudara-saudari kita yang dalam Kristus (2:9)
Ketika kita berdusta dengan diri kita sendiri, maka kata-kata dan kehidupan kita tidaklah sejalan, dan orang-orang kehilangan rasa percaya pada kepemimpinan kita. Hanya ketika kita berkata hal yang benar, maka orang-orang akan mempercayai kita.
Akan mengalir kekuatan ketika kepercayaan pribadi pemimpin meluruskan nilai-nilai organisasinya. Ketika pemimpin mengikis kemunafikan dan kecurangan dari organisasinya. Yohanes menggunakan kata “benar” lima kali di surat 2 Yohanes untuk menggarisbawahi butuhnya integritas.
Akan diterima beberapa manfaat, ketika kebenaran memimpin sebuah organisasi:
·Saling percaya antar pengikut
·Meminimalkan keruwetan
·Orang merasa bebas untuk terbuka
·Pemimpin memiliki kredibilitas saat berbicara

Pelajaran 2 : Termotivasi oleh Kasih
Dalam Injil Yohanes, rasul Yohanes dikatakan sebagai murid “yang mana Yesus kasihi” (Yoh 13:23).
Yohanes tahu bahwa kasih Yesus kepada Bapa sebagai motivasi Dia untuk melakukan sesuatu dan sering Dia katakan bahwa Dia melakukan segala sesuatu untuk murid-murid-Nya dan orang-orang yang disekitar-Nya. Dia tahu bahwa Yesus, Anak Allah, mengasihi dia, dan dia akui bahwa itulah panggilannya sebagai pemimpin yang dipilih Allah untuk membagikan kasih kepada orang lain.
Inti dari surat 1 Yohanes bertemakan kasih kepada Allah dan kasih seorang dengan yang lainnya. Kasih karena Yesus sudah menyelamatkan kita, kasih jenis inilah yang musti kita demonstrasikan melalui tindakan, dan bukan sekedar di kata-kata saja (1Yoh 3:18).
Pemimpin perlu secara terus-menerus ingatkan diri mereka bahwa Allah adalah kasih, dan oleh karena itu Yesus mewajibkan umat-Nya untuk membagikan kasih-Nya dengan orang lain. Kasih adalah motivasi tertinggi bagi seorang pemimpin untuk berhubungan dengan orang-orangnya. Jika kita tidak mengasihi mereka, jangan coba-coba untuk memimpin mereka. Bagi Yohanes, kasih dan relasi dapat terukur dari kerohaniaan sang pemimpin. Yohanes memanggil para pemimpin untuk kembali ke dasar-dasar :
·Kita harus mengasihi Allah
·Kita harus mengasihi kebenaran
·Kita harus mengasihi panggilan kita
·Kita harus mengasihi orang-orang

Pelajaran 3 : Berinisiatif
Jika 1 Yohanes adalah tentang hidup yang benar di hadapan Tuhan dan 2 Yohanes adlag tentang kebenaran Allah, maka 3 Yohanes adalah tentang cara Allah. Pemimpin melakukan apa yang menjadi hak orang lain, membuat mereka merasa nyaman, memberi perintah dengan percakapan, dan memberi bagi orang lain. Pemimpin janganlah memberi reaksi tapi bertindak. Mereka berjalan terlebih dahulu, inilah bagian dari seorang pemimpin.
Menarik sekali, Yohanes membedakan antara berjalan dahulu (going first) dengan ingin jadi nomor satu (wanting to be first). Dia mengemukakan Diotrefes, “tetapi Diotrefes yang ingin menjadi orang terkemuka di antara mereka” (3 Yoh 9). Diotrefes ingin menjadi nomor satu, tapi tidak berjalan terlebih dahulu melayani orang lain. Pemimpin mengambil inisiatif dalam lingkup:
·Di gaya hidup mereka (ayat 3,4)
·Dengan orang lain, terutama dengan mereka yang belum dikenal (ayat 5,6)
·Dalam tangung jawab (ayat 7,8)
·Dalam melakukan hal yang baik, dengan tindakan bukan reaksi (ayat 11)
·Menjadi contoh buat orang lain (ayat 12)

Kitab Wahyu
Tinjauan
Apa yang kitab nubuat ini katakan mengenai kepemimpinan ? Pertama, kitab ini memberikan tentang visi. Tuhan memberikan Yohanes sebuah visi tentang kejadian akhir jaman. Visi menggerakkan semua pemimpin yang baik. Kedua, kitab ini memberikan tentang kebaikan. Kitab ini seputar pertikaian akhir antara Allah dan si jahat, Allah dan setan. Pemimpin yang baik berjalan terus untuk teguh berdiri dalam kebenaran. Ketiga, kitab ini memberikan tentang kekuatan. Yohanes dan orang kudus yang telah tiada menunjukkan kemauan yang kuat, tenaga, dan pendirian yang teguh. Pemimpin diajarkan untuk memahami bahwa kecerdasan berperan kecil, kesuksesan datang jika ada kemauan untuk berkomitmen dan ketaatan yang radikal. Ahkirnya, buku ini memberikan tentang kemenangan. Tuhanlah pemimpin yang mutlak, tidak demikian dengan setan yang mempunyai pengaruh hanya sementara.

Pelajaran Kepemimpinan
Pelajaran 1 : Visi
Ketika Yohanes menyembah Allah di sebuah pulau yang bernama Patmos, Yesus berbicara kepadanya. Nah ketika dia mendengarkan suara itu, dia melihat sebuah visi (Why 1:12). Di akhir buku ini, dia menjelaskan visi inilah yang menggerakkan dirinya untuk menulis dan mendorong orang-orang.
Visilah yang menggerakkan pemimpin-pemimpin, apalagi ketika mereka percaya bahwa Allahlah sumber visi tersebut. Berikut adalah catatan kualitas visi yang hebat:
1.Bukan ditemukan atau dibuat-buat, tapi dari disingkapkan
2.Bukan untuk bersaing dengan orang lain, namun melengkapi orang lain
3.Memikat hati, bukan karena pilihan. Saya tidak dapat menemukannya dalam pikiran saya sendiri
4.Tujuannya bukan untuk menghasilkan uang, tapi mencukupkan kebutuhan
5.Kesuksesannya bukan bergantung dari lebih depan dari yang lain, tapi bergantung melayani orang lain
6.Tujuannya bukan memuaskan ego saya, tapi memuliakan Allah

Pelajaran 2 : Kesalahan Kepemimpinan
Gereja Efesus memberikan kepada kita cerita klasik tentang pemimpin yang gagal melaksanakan hal prioritas. Pemimpin tidak bisa melulu sibuk, mereka musti sibuk dengan aktivitas yang benar. Mereka tidak hanya melakukan hal yang benar, tapi melakukan dengan benar. Pemimpin di Efesus membiarkan jemaatnya sibuk (2:2,3) dan Allah memuji kerja keras mereka. Namun demikian mereka telah meninggalkan prioritas pertama mereka, untuk mengasihi Allah. Tangan mereka sibuk, kalender mereka penuh jadwal, dan kepala mereka penuh perencanaan – tapi hati mereka kosong.
Apa yang Tuhan katakan demi perbaikan situasi yang mereka alami ? Dalam satu kalimat Dia mengatakan, “Ingat dan bertobatlah”, atau dengan kalimat lain juga dikatakan, “Aku akan kembali dan mengambil kaki dianmu” (2:5). Ini adalah sebuah nasehat yang baik bagi banyak pemimpin yang telah menyimpang dari prioritas utamanya:
1.Refleksi: Berpikir kembali dan ingat akan visi dan tujuan semula
2.Bertobat: Ambil keputusan untuk berubah. Susun mana yang harus dibuang dan diprioritaskan
3.Perbaiki: Mulai untuk memperbaiki satu prioritas utama setiap waktu, setiap minggunya
4.Akuilah: Ingat bahwa Tuhanlah yang memegang kita dengan tangung jawab. Dia menghargai buah-buah perbuatan kita, bukan aktivitas kita.
Yesus juga memberikan dorongan bagi jemaat Smirna yang mengalami tekanan hebat untuk tetap teguh berdiri dan berpegang pada kebenaran. Yesus mengingatkan mereka bahwa Dia akan memberi upah bagi mereka dan kesusahan yang mereka alami tidaklah selamanya. Orang-orang bisa jadi mengalami semangat yang hilang, letih, dan mereka menjadi sangsi dan tidak aman. Mereka membutuhkan pemimpin yang memberi hati dan harapan. Namun kebanyakan pemimpin tidak melakukan hal yang dilakukan oleh Yesus. Ada beberapa persoalan:
1.Mereka tidak peka akan tekanan hidup orang lain
2.Mereka tahu tapi tidak ingin mengurangi kenyamanan mereka, jika mereka membantu
3.Mereka memberikan dorongan sekedarnya, tidak dengan sungguh hati
Rasul Yohanes juga menuliskan pesan Yesus kepada gereja di Sardis, Filadelfia, dan Laodikia. Ketiga kasus gereja ini memberikan gambaran kebenaran bagi pemimpin :
Gereja Kenyataan Langkah Tindakan
1. Sardis 1. Pekerjaan yang hampir mati 1. Bangun dan Bertobatlah
2. Filadelfia 2. Kekuatan kecil tapi kesempatan 2. Jangan pernah menyerag
besar
3. Laodikia 3. Curang : buta dengan kondisi 3. Ubahlah prioritasmu
mereka

Pemimpin harus melihat dari atas untuk apa yang terjadi di organisasinya. Mereka harus melihat untuk tetap membuat orang-orang bergerak ke tingkat yang lebih tinggi. Mereka harus melawan sifat biasa-biasa saja dan berikanlah langkah-langkah untuk mengkoreksi mereka. Mereka harus tidak boleh pernah merasa puas dengan status quo.

Pelajaran 3 : Pemimpin Pemenang
Jika kita membaca Wahyu hingga akhir, maka kita akan melihat bagaimana rasul Yohanes dengan terengah-engah menggambarkan kondisi Kota Suci, dengan kristalnya yang berkilauan, jalan-jalannya yang terbuat dari emas murni, dan pepohonannya yang baik sekali.
Kristus sudah mempraktekkan Hukum Kemenangan di akhir jaman nanti, memberikan jalan bagi umat-Nya untuk hidup berkemenangan. Dia membagikan kemenangan-Nya, seperti orang kaya yang membagikan warisan kepada keturunannya. Ini adalah sebuah penghiburan yang sangat menguatkan, perayaan yang besar, dan keyakinan yang besar atas kemenangan. Di kitab akhir dari Alkitab ini menunjukkan kepada para Pemimpin Pemenang sebagai berikut:
1.Saksi yang setia (Why 1:5)
2.Pertama bangkit dari kematian (1:5)
3.Berkuasa atas para raja (1:5)
4.Alfa dan Omega (1:8)
5.Singa dari suku Yehuda (5:5)
6.Tunas Daud (5:5)
7.Anak Domba (17:14)
8.Firman Allah (19:13)
9.Raja segala raja (19:16)
10.Tuhan segala tuhan (19:16)

KESIMPULAN
Injil Yohanes, Surat-surat Yohanes, dan Kitab Wahyu memberikan pengajaran yang berlimpah bagi setiap pemimpin-pemimpin Kristen yang ingin memahami kepemimpinan yang kekal.
Dimulai dari Injil Yohanes yang menunjukkan kepada kita model kepemimpinan Yesus, sebagai Pemimpin yang melayani. Hal ini berarti menentang kepemimpinan model otoriter, ambisius, dan haus akan kekuasaan.
Surat-surat Yohanes menunjukkan bahwa pemimpin haruslah bertindak benar. Hal ini berarti menentang bentuk kepemimpinan yang hanya hebat di perkataan, komunikasi dan pencitraan, juga pemimpin yang kompromistis dengan kebenaran, cari aman dan takut kehilangan jabatan.
Kitab Wahyu meningatkan akan kita kepada Pemimpin Pemenang, yaitu Yesus Kristus. Dengan demikian pemimpin palsu, pemimpin yang tidak sesuai dengan cara Allah, pemimpin yang menantang Allah, akan menuai; kekalahan, rasa malu, dan penyesalan yang kekal. Mereka ini adalah pemimpin-pemimpin yang dimodelkan seperti Iman kepala, orang Farisi, Pilatus, Diotrefes, Setan.
Saya percaya, jika masing-masing pemimpin Kristen memahami kebenaran dari kelima kitab yang ditulis oleh rasul Yohanes ini, maka tidak akan ada:
·Perpecahan gereja karena hal kekuasaan
·Pemimpin gereja yang tidak disukai jemaatnya
·Pemimpin gereja yang lebih mementingkan program dan acara gereja melebihi jemaatnya
·Pemimpin yang berupaya memperkuat posisi jabatannya
·Hamba Tuhan yang hanya pintar berkhotbah, tidak nyata di dalam kehidupan sehari-harinya
·Menutup mata akan keadilan dan kebenaran karena pemimpin gereja takut kepada segelintir orang
Menurut catatan sejarah gereja, berikut keberhasilan rasul Yohanes selama akhir hidupnya:
Yohanes meninggal dunia direbus atau lebih tepatnya digoreng di dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih jauh, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah digoreng hidup-hidup ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara disana. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis Kitab Wahyu. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali dan menjadi Uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai usia lanjut dan bisa meninggal dunia dengan tenang.

Melalui kisah di atas, rasul Yohanes sudah menjalankan apa yang dia katakan (walk his talk). Bagaimana dengan Anda ?

DAFTAR PUSTAKA
Ensiklopedi Alkitab Masa Kini
Compact Bible Commentary, Earl Radmacher, Ron Allen & H. Wayne House
Chapter by Chapter Bible Commentary, Warren W. Wiersbe
The Maxwell Leadership Bible, John C. Maxwell
http://sabdaweb.sabda.org
http://count27bless.wordpress.com

GREAT COMMUNICATION SECREAT OF GREAT LEADERS, John Baldoni

John Baldoni, pengarang buku Great Communication Secreat of Great Leaders, adalah seorang konsultan komunikasi dan kepemimpinan. Beliau memiliki pengalaman bekerja di perusahaan kecil dan besar, di antaranya Ford, Kellogg’s, dan Pfizer. John juga mengajar program pengembangan manajemen di Universitas of Michigan. Melalui buku ini John Baldoni menggali gaya komunikasi kepemimpinan daru para pemimpin dunia yang berpengaruh, mulai dari Winston Churchill dan Katherine Graham sampai Jack Welch, Collin Powell, Rosabeth Moss Kanter, dan Rudolph Giuliani. Tujuan buku ini membuka pintu bagi pembaca untuk mengintegrasikan komunikasi di segala hal yang pembaca lakukan. Sehingga terbuka pintu dialog dan penemuan di masa yang akan datang.
Bisa ada kejadian tidak nyambungnya suatu komunikasi, antara yang pembicara dan pesannya. Hal ini akibat tidak konsisten antara kata-kata dengan perilaku. Pesan efektif terbangun di atas kepercayaan. Kepercayaan datang dari pemimpin yang membuat komitmen untuk membuat setiap individu berhasil menggapai tujuan organisasi. Pesan yang timbul dari pemimpin yang kita percaya ini dinamakan dengan leadership message. Komunikasi adalah tatanan dasar dari memimpin orang lain. Komunikasi kepemimpinan kita haruslah bersifat signifikan/berarti, menggambarkan visi/misi/budaya organisasi, konsisten dan dibicarakan secara rutin dan sering. Komunikasi kepemimpinan bertujuan agar pendengar berkomitmen dan membangun kepercayaan antara pemimpin dan pengikutnya, sehingga mampu bekerjasama secara efektif. Oleh karena itu pemimpin perlu menfasilitaskan komunikasi dua arah, terutama sekali mengijinkan adanya feedback/umpan balik berupa ide, usulan dan ketidaksepakatan. Ini dinamakan dengan tindakan mendengarkan. Mereka perlu merasakan pentingnya kepedulian, sehingga pemimpin perlu mendorong pengikutnya hingga ke posisi merasa memiliki atas suatu pergumulan/issue. Dalam komunikasi kepemimpinan selain perlu berdiri langsung di garis depan, perlu juga pendekatan bergandeng tangan dan berkomunikasi dengan penuh kebajikan.

Setiap pemimpin acara yang baik memiliki tingkat kesadaran dan pemahaman diri yang tinggi atas perannya sebagai komunikator. Pesan kepemimpinan adalah berkaitan dengan cara pandang, perspektif yang ingin kita bawakan ke dalam organisasi. Kegagalan kepemimpinan dan komunikasi terjadi saat pesan kita tidak terpublikasikan dengan baik. Ada 4 tipe komunikator: expert, visionary, coach dan transformer. Tipe expert berpegang teguh pada misi organisasi dan bagaimana misi ini yang memimpin bisnis. Tipe visionary memiliki misi membujuk dan mengubah cara pandang. Mereka memiliki keyakinan yang menggebu-gebu akan maksud mereka melebihi kata-katanya. Tipe coach adalah perpaduan tipe expert dan visionary. Cara komunikasi dengan memahami dan menemukan motif setiap orang, dan berupaya memenuhinya. Tipe transformer memiliki misi membujuk agar mengubah pikiran. Gaya komunikasi kepemimpinan kita bisa berganti, tergantung situasi yang kita alami.
Kita perlu juga jelas mengapa kita berbicara, apakah dalam rangka menjelaskan, mengatasi suatu keberatan, menjual/membujuk, merayakan, atau menghibur. Dalam komunikasi kepemimpinan, harus dikondisikan dapat mengakses secara langsung berkomunikasi dengan pemimpinnya tanpa ada penyaringan terlebih dulu. Dan juga perlu kejelasan satu jalur komando. Setelah itu kita juga harus mengetahui pengikut kita: siapa mereka, apa yang mereka lakukan, dan seberapa baik mereka bekerja. Gunakanlah gaya bahasa yang sederhana bukan memerintah.
Ada kalanya pesan yang disampaikan kosong, tidak jelas, sehingga terjadi ketidaksambungan pembicara dan audiencenya. Agar ini tidak terjadi, haruslah dimulai dari kredibilitas pemimpin. Bagaimana pemimpin bisa membangun kredibilitas dalam komunikasinya: katakan hal yang benar, jangan meniadakan berita buruk, jangan terlalu umbar janji, dan lakukanlah apa yang kita katakan. Pesan adalah inti dari sebuah percakapan dan presentasi. Tugas kita adalah membuat pesan kita jelas dan tidak membingungkan. Semakin jelas pesan kita, maka semakin besar kemungkinan untuk diingat. Ada beberapa metode untuk memberi warna bagi pesan kita: berpikirlah terlebih dahulu, tanyakan dulu kepada kolega kepercayaan kita, curah pendapat dalam suatu kelompok, dan dimulai dengan point akhir yang ingin kita sampaikan. Janganlah pernah merasakan bahwa audiens kita harus menyukai pesan kita. Pesan kita harus memberikan informasi, issue apa dan apa yang perlu mereka kerjakan. Pesan juga mampu melibatkan orang lain. Pesan juga perlu memberi gambaran tentang apa yang mereka dapat lakukan sehingga membuat hal lebih baik, bagi mereka dan organisasi. Pesan juga mengajak orang untuk ikut serta perusahaan, baik untuk memenuhi suatu tujuan atau mentransformasi sebuah budaya. Keempat elemen ini harusnya tampak dari setiap pesan. Sering kita asumsikan alur komunikasi adalah dari pemimpin ke pengikut dan berbalik lagi. Pemimpin perlu melakukan komunikasi dari bawah ke atas, dalam hal ini penerima pesan adalah pemimpin. Komunikasi seperti ini menciptakan budaya dialog dan diskusi. Kadang pemimpin bisa melakuka hal yang salah, sehingga membuat kredibilitasnya rusak. Jika sudah demikian, maka pemimpin tersebut harus mengakui kesalahannya, bahwa yang Anda lakukan salah dan ucapkan permintaan maaf. Terakhir buatlah perubahan dengan mengganti kepada siapa Anda telah merugikan mereka. Pemimpin tidak perlu takut untuk belajar dari orang lain.
Jarang sekali hasil kinerja yang buruk dinilai dari sisi kegagalan komunikasinya. Padahal komunikasi kepemimpinan berperan sebagai penting dalam mengkomunikasikan perubahan untuk memperkuat budaya organisasi. Rencana komunikasi ini menjadi pokok dalam mengembangakn pesan kepemimpinan agar konsisten dengan budaya organisasi, menemukan cara mengkomunikasikan suatu perubahan, dan meyakinkan terjadinya kredibilitas yang berlanjut.
Sebagai pemimpin, kita perlu mengetahui suasana komunikasi dalam organisasi kita. Suasana komunikasi tampak melalui seberapa terbukanya perasaan mereka terhadap pendapat dan usulan mereka. Pemimpin bisa menggunakan wawancara, focus group, survey untuk mengetahui hati dan pikiran mereka terhadap organisasi. Wawancara adalah metode yang lebih baik dibanding yang lain, karena melalui wawancara kita bisa menggali lebih dalam dengan pertanyaan. Sedangkan melalui focus group, kita bisa dengan lebih cepat memperoleh berbagai segi pandangan. Kalau survey memberikan kelebihan jangkauan sikap dan keyakinan yang ingin kita tahu dari orang-orang yang lebih luas. Audit komunikasi adalah bentuk laindari metode survey. Audit komunikasi adalah evaluasi komunikasi yang spesifik. Audit ini mengevaluasi seberapa mengertinya mereka pada saat menerima pesan, misal: melalui video, brosur, dan rapat, dan apa yang akan mereka lakukan setelah menerima pesan tersebut. Dalam mengkomunikasikan suatu strategi, haruslah mencakup: memberitahukan kepada mereka kemana organisasi ini akan diarahkan, bagaimana cara mencapai kesana, dan apa yang perlu mereka lakukan untuk memastikan mereka sejalan dengan organisasi. Jangan lupa untuk memberi mereka alasan untuk berpegang pada strategi yang kita tetapkan, sehingga tercipta dukungan. Terdapat 4 saluran komunikasi: (1) Komunikasi organisasi (antar individu, tim, dan keseluruhan organisasi), (2) Komunikasi editorial (pesan bagi pihak ke tiga), (3) Komunikasi pemasaran (berguna membagi pandangan, penjualan atau promosi), (4) Komunikasi web (komunikasi melalui web site). Berikut ini beberapa media/sarana komunikasi: video, rapat seluruh karyawan, rapat bagian, rapat orang per orang, webcasts, media cetak (brosur, poster, kartu), media releases, banner, email, dan broadcast voicemail. Aturan yang perlu diingat: sekali tidaklah cukup, ulangi terus-menerus pesan yang ingin kita sampaikan. Agar pesan bisa tepat sasaran, perlu diperhatikan beberapa hal: tentukan target pertama yang ingin kita raih atas pesan yang ingin kita sampaikan, lalu tentukan target audience, lakukan pesan terus menerus dan gunakan dengan sarana yang berbeda-beda agar tampak segar, tetapkan pesan secara gambaran besar dan utuh. Selain menggunakan media yang tepat, kita juga memilih waktu yang tepat untuk mengumumkan pesan kita. Agar pesan kita dimiliki oleh pendengar, maka kita harus memberikan pesan yang membuat perbedaan, menyentuh emosi, serta dengan kata-kata yang berterus terang dan sederhana. Buatlah pesan kita jadi bahan pembicaraan. ekspos pesan tersebut melalui beberapa merchandise, carilah cara agar pesan tampak lain dari pada yang lain, temukan cara multiplikasi penyebaran pesan kita, jaga pesan kita konsisten dengan budaya organisasi, dan sekali lagi ulangi pesan yang sama di lokasi yang berbeda. Pesan kita akan jadi pembicaraan mereka, maka kita perlu lakukan: (1) Rencanakan umpan balik, pastikan mereka tahu organisasi mengumpulkan umpan balik mereka. (2) Adakan rapat atas umpan balik tersebut. (3) Masukkan ke dalam web site organisasi (kalau ada). (4) Berkelilinglah untuk mendapatkan umpan balik, bisa dilakukan saat informal. Pemimpin haruslah tidak terisolasi, mereka perlu akrab dengan supervisor garis depan dan berbicara dengan pelanggannya. Pemimpin perlu mendengar juga berita buruk. Memang tidak mudah membuat bawahan kita berkata jujur, karena mereka takut atas karir mereka bisa terancam. Oleh karena itu pemimpin perlu memberikan penjelasan manfaat memberikan umpan balik yang jujur dan mintalah umpan balik ini secara reguler.
Pemimpin juga perlu memiliki kekuatan komunikasinya melalui komunikasi elektronik/e-communication. Karena lebih banyak hubungan terjadi melalui email dari pada tatap muka secara langsung.
Membuat sebuah presentasi dimulai dari mengumpulkan bahan-bahan, sisipkanlah lelucon, dan pilahlah bahan-bahan yang sesuai dengan yang ingin kita sampaikan. Setelah itu buat garis besar presentasi kita dengan pendahuluan (apa yang ingin kita sampaikan), isi (jelaskan apa yang kita maksud), dan akhiri (ingatkan kembali pesan kita). Presentasi kepemimpinan akan baik jika dipertajamkan dengan alasan dan logis. Dalam hal ini yakinkan perbedaan yang akan diterima organisasi (claim), beri pengertian mengapa bisa memberikan perbedaan (reason), dan beri kepastian bahwa pesan kita akan baik dalam jangka panjang (warrant). Hal yang utama bagi pemimpin yang berkomunikasi adalah membujuk pengikutnya untuk menerima cara pandangnya. Ada dua cara menutup presentasi kita, lakukan dengan merekap poin-poin pesan kita atau dengan mengajak mereka melakukan sesuatu atau bertindak.
Persiapan yang baik namun hasilnya belum tentu baik, kita perlu memahami audience kita. Sederhananya ketehuilah apa yang mereka inginkan dari presentasi kita. Cari tahu isu-isu yang bisa menyentuh konsentrasi mereka.
Selain menjadi diri “Anda sendiri” dalam membawakan presentasi juga perlu mencerminkan suasana saat itu, jangan menjiplak, berbicara dengan jelas dan tidak kaku, bagikan dari diri Anda sendiri.
Perhatikanlah kekayaan Anda sebagai pembicara, suara Anda, ubah-ubahlah besar kecilnya suara dan tinggi rendahnya nada suara. Perlu juga memberikan peranan gerakan tubuh dalam pembicaraan kita. Tak kalah penting, perlunya tetap menjaga penyampaian pesan yang mengebu-gebu, saat kita bersemangat maupun saat tidak punya hati. Komunikasi lebih dari sekedar pertukaran komunikasi secara lisan. Komunikasi juga berbentuk panggung, gunakanlah simbol-simbol yang mencerminkan nilai-nilai organisasi, buatlah ruangan yang dipedulikan dan diingat oleh orang-orang, kenakan baju yang pantas, isi dengan musik, dan beri waktu perenungan atas pesan utama yang kita sampaikan.
Kepemimpinan komunikasi yang baik berusaha mencapai kepala dan hati peserta. Bukan hanya menjelaskan gagasan di pikiran mereka dengan logis dan beralasan, namun juga bisa menyentuh hati, sisi emosi kita, karena di sinilah tempat suatu keputusan dibuat. Ada beberapa cara menarik perhatian peserta: hindari peserta hanya duduk dan mendengarkan, gunakan sarana interaktif guna melibatkan peserta dalam presentasi kita, gunakan tidak hanya kata-kata tapi visualisasi, dan beri sarana dialog antara pemimpin dan pesertanya.
Komunikasi kepemimpinan membawa hubungan antara pribadi si pemimpin dengan pengikutnya. Hubungan ini dapat berbentuk hubungan berdasarkan coaching, yang memampukan pemimpin menantang setiap individu untuk menggapai yang terbaik dengan didukung dorongan dan kepercayaan. Dalam hal ini keberhasilan pemimpin didapat dari memasukkan agenda orang lain ke dalam agendanya. Melalui coaching akan memindahkan orang dari memenuhi menadi berkomitmen. Kepercayaan adalah inti dari hubungan dalam coaching, yang memberi coaching harus mengkomunikasikannya bawha apa yang dia kerjakan adalah dari hatinya. Lalu setiap individu harus tahu apa yang diharapkan dari mereka, yang tentunya terkait dengan tujuan organisasi. Pastikan dalam proses coaching ini, selalu terjadi pengajaran. Coaches sebagai pemecah masalah, bisa melalui berkumpul di antara tim, dan memberikan arahan. Coaches yang baik ahli dalam memotivasi. Yang bisa dilakukan adalah membangun lingkungan yang membuat setiap orang berkembang dengan pesat. Tahu kapan untuk tarik dan ulur. Memberi disiplin adalah salah satu cara lain agar standar terjaga dan memastikan perilaku berlangsung konsisten. Setiap coach fokus pendisiplinan pada perilaku (apa yang dia lakukan), bukan pada pribadinya (siapa dia). Diperlukan catatan, untuk mencatat mereka yang sudah bekerja baik, menolong meningkatkan rasa percaya diri di mereka dan mendorong mereka untuk terus mencapai yang lebih baik, biarkan semua orang tahu individu yang bekerja baik, dan berikan penghargaan. Jadilah mentor, sahabat yang siap menolong saat dibutuhkan.
Komunikasi juga termasuk berhenti sementara untuk memeriksa pemahaman atas pesan kita. Penting sekali untuk keputusan orang-orang saat menerima pesan tersebut. Cara pertama dengan meminta pendengar menceritakan kembali kepada kita yang sudah kita sampaikan, dan apa yang akan mereka lakukan serta hasilnya. Buatlah data atau sumber informasi yang melibatkan semua orang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman. Berbagi tanggung jawab dengan individu atau sekelompok orang sebagai pemecah masalah. Gunakan saluran komunikasi yang tidak menoton, kadang berbicara langsung dengan tingkatan yang berbeda-beda, bagian yang berbeda, jika perlu dengan pihak di luar perusahaan. Dan terakhir pemimpin turut serta dalam sirkulasi proses komunikasi secara terus menerus. Bagaimana kita tahu pesan kita nyambung? Jawabannya adalah jika pesan kita sudah terpenuhi, oleh karena itu perlu dipastikan kita memberikan alat-alat dan sumber-sumber yang mereka butuhkan agar bisa menghasilkan.
Melalui bercerita, meningkatkan semangat, memperingati hal yang tidak bijak, dan mendapat wawasan, dan kejadian yang membuat tertawa/gembira. Suatu cerita bisa memberikan kita kewaspadaan, belajar dari sejarah sangatlah efektif. Melalui cerita bisa juga menentramkan hati. Cerita juga memberikan inspirasi, kebulatan tekad, humor, terharu, dan dorongan serta visi.
Dalam bercerita, bisa juga berbentuk permainan laga. Bisa melalui role play/permainan peran dan simulasi. Bercerita penting bagi kita. Karena melalui cerita-cerita tersebut, yang kaya dengan suasana/context dan menyesuaikan dengan karakter/stylized character, memancarkan cahaya bagi jiwa kita. Kepemimpinan berpusat pada kondisi manusia, yang bisa ditemukan dari bercerita.
Jika Anda ingin membuat kepemimpinan Anda menonjol dan berhasil, Anda wajib membaca buku ini. Saya percaya, Anda akan mendapat sesuatu dari setelah membaca buku ini, seperti yang saya alami. Buku ini membuktikan secara nyata bahwa komunikasi memiliki peran yang vital bagi sebuah proses kepemimpinan. Bukan hanya argumentasi, tetapi juga diberikan arahan, yang menurut saya sangat masuk akal dan dengan mudah kita aplikasikan. Langkah-langkah praktis tersebut sangat praktis dan berbobot, membantu setiap pemimpin membangun sistem komunikasi, mulai dari pesan yang baik hingga memastikan pesan tersebut dijalankan hingga selesai. Buku ini mengajarkan komunikasi yang lengkap, maksudnya dalam buku ini diberikan penjelasan komunikasi dari tingkat pemimpin dengan individu, pemimpin dengan tim, dan pemimpin di depan umum/public speaking. Tak lupa penulis memasukkan faktor karakter contohnya penjelasan tentang kepercayaan, dan ilmu hubungan manusia di dalam komunikasi contohnya dalam pembahasan mengenai coaching. Di setiap akhir bab, kita diberikan contoh kepemimpinan dari pemimpin yang telah terbukti pengaruhnya. Dengan demikian, kita dengan mudah mengerti pengaplikasiannya secara praktis.
Namun ada sisi kurangnya dari penjelasan tokoh tersebut. Kekurangannya terjadi karena penjelasan dari keunggulan tokoh dalam kepemimpinannya kadang tidak terlalu nyambung dengan topik pembahasan bab itu. Atau penjelasan tokoh lebih global mengenai bagaimana pemimpin yang sejati bertindak dan bersikap. Alangkah baiknya saat penjelasan tokoh difokuskan kelebihannya sesuai dengan topik bahasan bab tersebut.

21 January 2009

HUKUM BERKAT

Selain berkat hanya melalui Yesus Kristus (pengampunan dosa) dan hanya berdasarkan otoritas/wewenang Allah, kepada siapa berkat-Nya akan diberikan, maka cara kerja berkat adalah sebagai berikut :

Berkat Damai Sejahtera
Yesaya 26:3 Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada- Mulah ia percaya.
Yang hatinya teguh adalah mereka yang tidak tergoda untuk mengikuti cara dunia, bahkan untuk kompromi dengannya. Mereka adalah orang yang hatinya lurus, dan tidak berani untuk membenarkan diri dengan segala cara, demi kenyamanan dan kepentingan dirinya sendiri.
Yang hatinya teguh adalah mereka yang sabar dalam penderitaan. Mereka tidak menyalahkan siapapun untuk apa yang terjadi. Hatinya selalu dijaga untuk tidak berbuat dosa, walau tidak mudah baginya.
Bagi yang hatinya teguh inilah, Allah memberkati mereka dengan damai sejahtera. Damai maksudnya Allah memberikan kekuatan, penghiburan dan kemampuan bagi mereka, agar mereka tetap taat dan setia pada kebenaran-Nya. Sejahtera artinya Allah tidak tinggal diam, Dia mencukupkan semua yang menjadi kebutuhan bagi mereka, yang bertindak taat dan setia pada Allah.

Lakukan Dulu Bagianmu
Mazmur 4:6 Persembahkanlah korban yang benar dan percayalah kepada TUHAN.

Adalah salah, saat badai masalah melanda, kita mulai mengatur Tuhan dan menasehati Dia bagaimana menyelesaikan masalah kita.
Percuma dan membuang waktu saja, karena Dia Mahatahu dan Mahabaik. Caranya Allah adalah yang the best.
Penuhi saja tanggung jawab kita, dan tidak usah memusingkan Tuhan. Ada 2 tanggung jawab kita : persembahan yang benar dan percaya.
Persembahan yang benar adalah pemberian yang tulus, tanpa maksud dan dimotivasi karena kasih kita yang murni.
Percaya artinya kita bisa duduk diam dan melihat Dia yang bekerja buat kita.
Lakukanlah dulu bagianmu dan Tuhan pasti melakukan bagian-Nya.

Orang yang Diberkati
Mat 25:34 Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari,
hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan
bagimu sejak dunia dijadikan.

Bagaimana kita tahu, saya diberkati dan dia tidak diberkati ? Diberkati tidaknya seseorang tidaklah bisa dilihat secara kasat mata. Aslinya hanya bisa benar-benar diketahui saat kita bertemu Bapa di Sorga. Disana akan dipisahkan mana orang yang diberkati, dan mana yang tidak. Disini kita juga belajar bahwa berkat yang kita cari haruslah berkat yang seperti itu, yaitu berkat yang membebaskan kita dari penghakiman Tuhan. Karena berkat inilah yang membawa kebaikan kekal bagi kita, tidak seperti harta dan kebahagiaan hanya bertahan hingga kita berada di dunia ini.

Berkat Mengalir Saat Anda memberi
Ulangan 15:10 Engkau harus memberi kepadanya dengan limpahnya dan janganlah hatimu berdukacita, apabila engkau memberi kepadanya, sebab oleh karena hal itulah TUHAN, Allahmu, akan memberkati engkau dalam segala pekerjaanmu dan dalam segala usahamu.
Amsal 22:9 Orang yang baik hati akan diberkati, karena ia membagi rezekinya dengan si miskin.

Anda akan bersukacita menerima dan mendapatkan kekayaan, tapi Anda akan lebih bersukacita jika Anda meringankan beban mereka yang miskin dan yang berputus asa. Selain sukacita yang lebih, Anda akan merasakan Tuhan itu baik, karena keadaan Anda masih lebih baik dari pada orang yang Anda tolong. Itulah berkat yang akan mengalir bagi Anda, berkat sukacita dan kepuasan, yang tidak bisa dibeli, tapi bisa Anda miliki melalui hidup yang memberi.

Berkat Mengalir dari Tindakan
Amsal 28:20 Orang yang dapat dipercaya mendapat banyak berkat, tetapi orang yang ingin cepat menjadi kaya, tidak akan luput dari hukuman.

Sungguh naif jika Allah memberkati orang tanpa melihat bagaimana tingkah laku orang itu selama hidupnya. Memang Allah Maha Pengasih dan Penyayang, namun Dia juga Allah yang adil. Keadilannya inilah yang membuat Dia tidak memberi bagi mereka yang tidak berhak menerima. Bagaimana mungkin Anda menuntut hak kenaikan jabatan, jika Anda tidak pernah mau lembur dan menunda-nunda target pekerjaan Anda? Orang yang terbukti benar tak kan sulit ditemukan kebaikan di dalam dirinya. Hidupnya menjadi dapat dipercaya.

Berkat Tidak Didapat Melalui Meminta
Amsal 10:6 Berkat ada di atas kepala orang benar, tetapi mulut orang fasik menyembunyikan kelaliman.
Semakin lama Anda berdoa, semakin Anda akan diberkati. Rumusnya bukanlah demikian. Berkat tidaklah hanya sejauh doa, berkat bergantung siapa Anda ? Sebenarnya berkat banyak bergantung dr Anda, bukan dari Tuhan. Seperti seorang salesman, sudah diberi product knowledge, sudah diberi data potential customer, sudah diajarkan cara berhubungan dengan customer, dengan menjalankan salesman tersebut dipastikan akan menerima penghasilan yang besar. Demikian juga dengan berkat ada rumusannya. Jika Anda menjadi orang benar, Anda adalah orang yang diberkati. Banyak orang menyangsikan hal ini, mungkin Anda berpikir seperti ini, bagaimana mungkin diberkati, setelah hanya saya sendirian yang menegakkan kebenaran di kantor saya, malah saya yang tidak dipromosikan naik jabatan. Percayalah, tidak selamanya tetap malam, akan datang siang. Kebenaranmu akan bersinar dan Engkau adalah orang yang diberkati.

BERKAT ADALAH TENTANG GAYA HIDUP
Lukas 12:37 Berbahagialah hamba- hamba yang didapati tuannya berjaga- jaga ketika ia datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ia akan mengikat pinggangnya dan mempersilakan mereka duduk makan, dan ia akan datang melayani mereka.

Berkat bukanlah murahan. Berkat mengalir saat Anda telah membayar harga. Harganya dibayar hanya dengan perubahan hidupmu. Maksudnya, jangan berharap berkat akan mengalir dihidup Anda, jika Anda tetap sama dengan Anda yang dulu. Anda tetap memiliki kesalahan yang sama dengan Anda satu dua tahun yang lalu misalnya. Lalu perubahan seperti apa yang mendatangkan berkat-Nya ? Perubahan gaya hidup dari seperti dunia ini menjadi seperti seorang warga negara kerajaan Allah. Hanya mereka yang memiliki gaya hidup kerajaan Allah inilah yang disebut "yang didapati berjaga-jaga". Jika membaca Alkitab belum menjadi gaya hidup Anda, berarti Anda ada kemungkinan didapati beberapa kali tidak membaca Alkitab. Tapi jika membaca Alkitab adalah gaya hidup Anda, maka Anda tidak akan pernah ditemukan tidak membaca Alkitab. Gaya hidup warga kerajaan Allah tampak jelas dari : keputusan-keputusan yang Anda ambil dalam hidup ini dihubungkan dengan tujuan kekal Allah melalui Anda. Butuh percaya dan tekad untuk mewujudkannya. Namun hanya mereka yang memiliki gaya hidup warga kerajaan Allahlah yang diberkati-Nya.

BERKAT ADALAH OUTPUT
Mazmur 94:12 Berbahagialah orang yang Kauhajar, ya TUHAN, dan yang Kauajari dari Taurat- Mu

Ukuran berkat bukanlah berdasarkan seberapa banyak yang Anda dapatkan. Dan tujuan berkat bukanlah agar Anda hidup dalam kelimpahan. Berkat diukur dari seberapa baikkah Anda menghasilkan. Bagaimana output Anda, bukan input Anda. Tujuan berkat adalah agar Anda diubahkan menjadi seperti tujuan Allah bagi manusia. Dengan demikian akan ada berkat dalam permasalahan dan kesulitan, agar Anda diubahkan-Nya. Oleh karena itu adalah salah jika Anda mengatakan Anda tidak diberkati saat perkerjaan Anda penuh tantangan. Bersyukurah kepada Tuhan saat tantangan itu menimpa Anda, karena Allah sedang mengubah keadaan Anda, agar Dia bisa memberkati Anda. Permasalahannya kita sering ingin melihat berkat-Nya saat sedang dalam tantangan, dan celakanya berkat-Nya akan tampak setelah Anda melewati tantangan itu dengan sikap yang benar. Oleh karena itu bersikaplah benar saat kesulitan sedang menerpa Anda, dan bersabarlah untuk melihat berkat-Nya.

10 December 2008

SEBERAPA SIAP GEREJA MENGHADAPI DAMPAK KRISIS EKONOMI ?

Beberapa bulan yang lalu hingga hari ini, dunia digonjang-ganjingkan dengan krisis keuangan global. Krisis keuangan global yang bermula dari Amerika Serikat ini tidak hanya membuat pusing dan ketakutan bagi pemerintah Amerika Serikat, demikian juga di sebagian besar negara lain. Seperti diberitakan di media massa “Bisnis Indonesia”, di tahun 2008 ini perusahaan yang pailit di Jepang sudah mencapai 30 perusahaan atau terbanyak sejak periode Perang Dunia II. Sulitnya memperoleh kredit di tengah krisis keuangan global menjadi pemicu tingginya kebangkrutan di Jepang. Krisis keuangan global ini mencelikkan mata kita bagaimana dalamnya keterkaitan keuangan dan dagang satu negara dengan negara lain, seperti mata rantai.
Banyak orang menyalahkan para CEO yang tamak dan tidak bersikap sebagai pekerja nyata, mereka hanya memikirkan bagaimana menghasilkan bonus yang besar dengan “segala cara”. Batas-batas manajemen resiko yang mereka tahu dan pahami dilanggar semau mereka.

Kredit macet perumahan di Amerika Serikat atau dalam bahasa kita KPR, membuat beberapa bank mengalami kesulitan likuiditas. Prilaku memudahkan pemberian kredit inilah yang menyebabkan mereka terjerumus hingga sebagian pailit. Karena banyak institusi maupun negara yang membiayai bank-bank tersebut, mau tidak mau mereka pun ikut terseret ke dalam permasalahan ini. Isu ini berkembang kencang, hingga mengkuatirkan banyak investor, dan mereka lari dari bursa saham, demi menyelamatkan harta mereka masing-masing. Dan kita tahu hampir semua negara mengalami penurunan nilai sahamnya. Disebutkan nilai saham Dow Jones AS pada titik terendah selama 21 tahun terakhir, tidak lepas dengan Bursa Efek Indonesia yang mengalami penurunan 50% lebih.
Bagaimana dampaknya dengan Indonesia pada khususnya ? Dampak keuangan di Bursa Efek Indonesia bukanlah dampak yang menakutkan bagi rakyat kecil. Dampak ini sangat dirasakan bagi pemilik modal, yang hartanya terkikis banyak.
Namun lesunya bisnis di Amerika itulah permasalahan utamanya. Mengakibatkan ekspor kita melambat. Bukan hanya ekspor ke Amerika, ke negara lain pun akan sama, karena mereka juga kena dampak krisis di negaranya. Bisakah kita bayangkan apa yang terjadi jika utilitas pabrik tinggal 40% bahkan tidak sedikit yang gulung tikar ? Tentu mereka akan memPHKan sebagian besar karyawannya.
Sebagai contoh saja PT. Doulton Indonesia (produsen keramik tableware) merumahkan 3.000-5.000 orang pekerja akibat dari penghentian 20% lini produksinya. Nah yang lebih celaka industri yang banyak mengekspor ini termasuk industri padat karya, semisal : tekstil, mebel, sepatu, keramik, dan lain-lain. Jika banyak orang tidak memiliki pekerjaan, tentu mempengaruhi daya beli masyarakat, akibatnya pasar dalam negeri pun ikut lesu. PT. Honda Prospect Motor (HPM) sudah mereduksi hingga 40% volume produksinya, akibatnya 2.800 karyawan kontraknya terancam tidak diperpanjang.
Kita bisa bayangkan bukan, apa jadinya jika seorang Ayah tidak memiliki pekerjaan, sedangkan dia harus membiayai anaknya sekolah. Seperti berita Kompas yang saya baca hari ini, seorang Ayah dirumahkan oleh perusahaannya, sedangkan istrinya yang sekantor dengannya tidak turut dirumahkan. Namun dia mengeluh, karena tidak cukup keuangannya yang harus membiaya makan dan sekolah anak-anaknya.
Menurut Hervey Brenner, yang dikutip oleh Rhenald Kasali, mengatakan : “Setiap 10% kenaikan penganggur, kematian naik 1,2%, serangan jantung 1,7%, bunuh diri 1,7%, dan harapan hidup berkurang 7%.
Saya sangat setuju dengan Bill Hybels dalam bukunya COURAGEOUS LEADERSHIP. Dia katakan, “Gereja adalah satu-satunya tumpuan harapan dunia.” Tidak ada penyelesaian yang bisa sebaik yang ditawarkan oleh gereja.
Namun yang sekarang menjadi pertanyaan kita, “Optimiskah kita dengan fungsi gereja saat ini untuk menjadi tumpuan harapan dunia ?” atau dengan kalimat yang sesuai topik pembahasan kita saat ini, “SEBERAPA SIAP GEREJA MENGHADAPI DAMPAK KRISIS EKONOMI ?”
Saya mulai berpikir, apakah keberadaan gereja saat ini membuat perbedaan ? Jika adanya gereja dan tidak adanya gereja kita sama saja, kita harus menangisi kenapa bisa demikian. Jika gereja hanyalah sebagai tempat atau ruangan untuk ibadah bersama, saya percaya Tuhan Yesus sangat kecewa jika gereja hanya bisa berfungsi seperti itu.
Kenapa ? Coba kita baca dan pahami kata-kata ini :
Matius 26:11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak
akan selalu bersama-sama kamu.
Matius 25:40 Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu,
sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari
saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.
Yohanes 17:26 dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan
Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku
ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka."
Dari ayat-ayat di atas Alkitab memberikan beberapa pesan bagi kita, yaitu :
1.Tuhan meninggalkan orang-orang yang perlu dilayani, yaitu orang-orang yang biasa Tuhan Yesus layani semasa hidupnya. Mereka adalah orang miskin, para janda, orang sakit, hubungan yang retak, orang-orang yang putus asa, dan lain-lain.
2.Tuhan tidak meninggalkan fisik gereja bagi kita. Tindakan yang salah jika kita lebih memikirkan apa yang tidak pernah Tuhan Yesus arahkan bagi kita, seperti bangunan gereja.
3.Melayani Tuhan sama dengan melayani mereka yang kekurangan kebutuhan primer (lapar, haus dan telanjang) dan kebutuhan emosional serta relasi (sakit dan di penjara).
4.Doa Tuhan Yesus bagi orang percaya ada dua. Pertama, agar orang-orang percaya menjadi satu. Kedua, agar kasih Allah Bapa ada di dalam orang-orang percaya.

Gereja bukan hanya sebuah komunitas (club). Gereja bukan hanya sebuah ladang mencari identitas diri. Gereja bukan hanya sarana belajar berorganisasi. Gereja bukan hanya ballroom untuk ibadah. Gereja bukan untuk menunjukkan identitas diri. Gereja ada bukan untuk membuat manusia menjadi egois. Gereja ada bukan untuk mengajarkan orang-orang percaya menjadi eksklusif.
Seperti judul buku Philip Yance, “Gereja mengapa dirisaukan”, saya percaya Tuhan kita adalah Allah yang masih berdaulat, Dia tidak hilang kendali, apabila ada sebagian gereja-Nya yang tidak memenuhi harapan-Nya. Kita bisa sadari sejak dulu hingga saat ini, Tuhan terus memegang kendali gereja-gereja-Nya.
Saat gereja dibutuhkan untuk pengabaran Injil yang intensif, gereja mula-mula telah melaksankannya dengan baik. Saat gereja dibutuhkan menghadapi bidat-bidat, gereja zaman Yunani berfungsi dengan baik. Saat gereja dibutuhkan kewibawaannya melalui kekuasaan pemerintahan, gereja zaman Katolik telah melakukan dengan baik. Saat gereja perlu diperbaharui dari penyelewengan, gereja zaman Reformasi Protestan telah menjalankan dengan baik. Saat gereja harus memberikan pencerahan dari kebodohan, gereja di abad pencerahan turut terlibat. Saat gereja dibutuhkan dalam dunia yang kompleks, lahirlah gereja dengan paradigma misi.
Semua terjadi tidak kebetulan. Semua sudah dirancangkan oleh Tuhan, kapan dan tujuan spesifiknya sudah direncanakan tanpa meleset sedikitpun. Demikian juga dengan era ke depan. Gereja dibutuhkan untuk menjadi tumpuan harapan dunia, karena kesulitan hidup yang pasti semakin berat.
Bagaimana gereja bisa berperan aktif menghadapi dampak dari krisis ekonomi, khususnya di Indonesia ?
Pertama, GEREJA YANG BERPERAN ADALAH GEREJA YANG BERTINDAK. Terlalu sering, pemimpin gereja tanpa sadar atau mungkin sadar, hanya membahas dan menganalisa krisis ekonomi ini. Dan kita hanya membicarakan apa-apa saja yang akan dihadapi perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia. Juga kita hanya merasa kasihan kepada mereka yang mempunyai perusahaan yang terkena dampak krisis global ini. Dan paling baik, kita mengajak jemaat bersatu hati untuk berdoa bagi mereka yang kesulitan akibat krisis global tersebut. Apa jadinya jika Yesus hanya berbelas kasihan dan berdoa bagi mereka yang lumpuh, sakit pendarahan, yang mati ? Saya percaya 100 persen, mereka tetap lumpuh, tetap sakit dan tetap mati. Tidak ada mujizat tanpa sebuah tindakan. Alangkah sayangnya jika gereja tidak bisa berperan, hanya gara-gara kurangnya tindakan.
Kedua, GEREJA YANG BERPERAN ADALAH GEREJA YANG TERINTEGRASI (Integrated). Hampir semua gereja meyakinkan kepada jemaatnya bahwa mereka tidak hanya tampak suci di hari Minggu, namun senin hingga sabtu tidak demikian. Jemaat yang sebagai pengusaha dan pekerja tidak boleh memisahkan urusan kerja adalah urusan dunia, dan urusan gereja adalah urusan rohani. Namun tidak sedikit gereja berprilaku dan bersikap seperti jemaat. Gereja membuat batas (mungkin tanpa menyadarinya), urusan gereja adalah urusan mimbar. Pelayanan Liturgis yang baik, pembicara yang bagus dan ibadah yang penuh hikmat. Gereja melakukan banyak yang Yesus lakukan sedikit. Gereja memberi perhatian lebih yang Yesus beri perhatian sedikit. Gereja yang berperan tidak mungkin bisa hanya berhenti di atas mimbar. Gereja harus menyatu dengan kehidupan sehari-hari jemaat dan warga sekitarnya.
Ketiga, GEREJA YANG BERPERAN ADALAH GEREJA YANG BISA MENGHIDUPKAN. Tanggung jawab gereja agar kehidupan jemaat, warga sekitar dan bangsa di mana gereja itu berada untuk semakin baik. Di gereja saya ada slogan bidang regenerasi, yakni bidang yang membidangi komisi sekolah minggu hingga pemuda, slogannya berbunyi demikian : “Tidak satupun boleh hilang !” Slogan ini bermula dari permasalahan dari hilangnya beberapa orang ketika kenaikan jenjang, semisal dari sekolah minggu ke tunas remaja atau dari tunas remaja ke remaja atau dari remaja ke pemuda. Gereja kami berusaha keras untuk meminimalkan kehilangan jemaatnya setiap kenaikan. Saya rasa semangat inipun harus sama dengan menghidupkan kondisi ekonomi jemaat. Satu alasan saya untuk memberikan pinjaman (piutang) karyawan, karena saya berpikir “Kalau bukan perusahaan, siapa lagi yang membantu mereka.” Kalimat ini cocok juga diterapkan bagi gereja, kalau bukan gereja siapa lagi yang membantu jemaatnya. Gereja yang berperan tidak hanya menghidupkan mata rohani jemaatnya, namun juga mata pencaharian mereka.
Keempat, GEREJA YANG BERPERAN ADALAH GEREJA YANG KONTEKSTUAL. Rupanya Tuhan Yesus tidak mengajarkan atau memberi model sebuah gereja yang ideal bagi kita, karena ideal tidaknya gereja, bergantung adaptasi gereja dengan perubahaan lingkungannya. Andaisaja Tuhan Yesus memberikan gereja yang ideal di zamannya, bisa diperkirakan gereja akan mati dan tidak bisa berbuat banyak bagi dunia. Ada beberapa ciri-ciri gereja yang kontekstual menurut Dr. Makmur Halim, yakni :
1.Gereja yang tidak hanya memikirkan from above (perkara-perkara di atas), juga memikirkan masyarakat dan dunia sekitarnya (from below).
2.Gereja yang tidak selalu hidup dalam sejarah masa lalu, tetapi melihat dunia sekarang ini.
3.Gereja yang mau berubah (yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip Alkitabiah) sesuai dengan perubahaan lingkungannya.
4.Gereja yang selalu membawa mandat sosial-budaya, mandate politik, mandate ekonomi, dan mandate perdamaian bagi dunia yang sedang menjalani rute-rute yang sulit.
5.Gereja yang menjalankan misi Allah, yaitu hadir bagi mereka yang tertindas, terbuang, tersingkir, terhina, termiskin, dilecehkan, didiskriminasi, dan dilupakan.
Beberapa minggu lalu saya coba untuk membuat survey kecil-kecilan. Survey ini dilatarbelakangi dampak dari krisis keuangan global di Indonesia dan ingin tahu seberapa siapkah gereja membawa fungsinya untuk mengarahkan dan melakukan sesuatu bagi jemaat, warga sekitar dan bangsanya yang menderita akibat krisis ini.
Dampak krisis finansial ini tidaklah kecil. Akibat pengangguran akan memperbanyak rakyat yang miskin. Ekonomi keluarga yang kekurangan menyulitkan orang tua untuk menyekolahkan anak-anaknya, hingga bertambahlah tingakt kebodohan. Lapangan pekerjaan yang sedikit mempersulit orang-orang untuk mencari nafkah, diperkirakan akan meningkatnya keputusasaan, tingkat stress, bunuh diri, kejahatan, dan bahkan menjual diri demi uang.
Dari 6 gereja yang disurvey, kebanyakkan tidak memiliki perubahan yang cepat menghadapi dampak dari kesulitan ekonomi, baik topik-topik yang dikhotbahkan di atas mimbar, pelayanan sosial yang ada dan pembentukan pelayanan di tahun 2008.
Topik-topik khotbah masih didominasi dengan topik-topik klasik, doktrinal, dan kental dengan nuansa spiritual. Minim sekali yang ada hubungan dengan bagaimana sikap yang dijadikan arahan gereja bagi kehidupan jemaat agar bertindak benar dan siap diri dalam menghadapi dampak-dampak krisis ekonomi yang melanda Indonesia.
Pelayanan sosial yang ada di gereja-gereja yang disurvey hampir semua adalah pelayanan yang rutinitas dan berjalan secara tahunan. Hal ini menunjukkan perubahaan pelayanan gereja sangat jarang, atau gereja-gereja terlena menjalankan tanpa mengevaluasi efektifitas pelayanan sosial yang ada dengan kebutuhan jemaat-jemaat.
Untuk pelayanan gereja yang baru terbentuk di tahun 2008, ada beberapa gereja yang sama sekali tidak ada pelayanan baru yang dibentuk. Padahal ada peristiwa besar dan berdampak besar bagi kehidupan jemaat, warga sekitar dan bangsa kita, yaitu dampak krisis ekonomi yang melanda.
Dari pembahasan di atas, baiklah buat kita semua mengevaluasi dan mengintropeksi diri, apalagi kita yang duduk sebagai pemimpin-pemimpin gereja untuk peka membawa gerejanya untuk memberi harapan bagi dunia. Pemimpin gereja seharusnya menyeimbangkan fungsi gereja untuk hal yang rohani dan kehidupan sehari-hari. Pemimpin gereja juga harus lebih giat untuk bertindak secara nyata bagi jemaat, warga sekitar dan bangsa Indonesia.
Pemimpin gereja haruslah tidak berkutat dan terlena dengan rutinitas ibadah mingguan, program-program gereja yang monoton dan kegiatan yang secara fisik saja.

26 November 2008

HAL YANG MELELAHKAN ANDA

Suatu kisah tua Indian Cherokee menceritakan tentang seorang kakek yang mengajarkan prinsip-prinsip kehidupan kepada cucu laki-lakinya. Indian Cherokee tua yang bijaksana itu berkata, “Nak, dalam diri setiap orang ada suatu peperangan yang sedang mengamuk antara dua serigala. Yang satu adalah serigala jahat. Serigala itu pemarah, iri hati, tidak mau mengampuni, sombong dan pemalas. Serigala yang satu lagi adalah serigala yang baik. Serigala tersebut penuh kasih, kebaikan, kerendahan hati, dan kendali diri.”
“Kedua serigala ini terus-menerus berkelahi,” kata sang kakek.
Anak laki-laki kecil itu memikirkannya, dan berkata, “Kakek, serigala yang manakah yang akan menang ?”
Sang kakek tersenyum dan berkata, “Yang mana saja yang kamu beri makan.”
Apa yang Anda beri makan dalam bagian hidup Anda, apakah Anda selalu memberi makan sikap mengeluh, mudah marah, mudah tersinggung ? Atau Anda memberi makan sikap positif ?
Don Colbert, MD dalam bukunya “Stress Less” mengatakan, ketika Anda berpikir negatif atas segala kejadian yang menimpa Anda, maka Anda akan menjadi kuatir, marah, takut sehingga hidup Anda menjadi tegang. Pemikiran dan pembicaraan yang menegangkan akan mengeluarkan hormon stres, terutama kortisol. Ditemukan orang-orang yang terlalu gemuk, tekanan darah tinggi, menderita diabetes, kelelahan dan kelemahan mengalami peningkatan kortisol.
Seperti iklan kolesterol “pzifer”, 80% kolesterol diakibatkan oleh dalam tubuh, selebihnya diakibatkan dari luar, yakni apa yang kita makan. Rupanya banyak penyakit dan penderitaan yang kita alami akibat dari gaya hidup kita. Jika Anda memiliki gaya hidup yang benar, maka Anda akan lebih sehat dan begitu sebaliknya.
Alkitab memberikan resep yang manjur untuk sebuah kehidupan yang bahagia, yaitu dimulai dari memikirkan hal-hal yang baik. Apa saja pikiran yang baik ?

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Filipi 4:8

Namun ada penghalang yang begitu kuat, yang membawa kita untuk tidak bisa melakukan ayat di atas. Anda perlu mengenal kendalanya apa saja, memahami caranya bekerja dan bagaimana cara menaklukkannya.
J. Sidlow Baxter, dalam bukunya Mark These Men, menggambarkan Saul seperti berikut :
Saul, raja Israel pertama, merupakan salah satu figur yang paling tragis dan menyolok di dalam perjanjian Lama…Dalam beberapa hal ia sangat besar tapi di bagian lain ia sangat kecil. Dalam beberapa hal ia memimpin dengan bijaksana, tapi dalam hal-hal lain ia mengambil keputusan-keputusan buruk. Di dalam dirinya terdapat seorang raksasa dan seorang kurcaci, seorang pahlawan dan seorang pengkhianat, seorang raja dan seorang budak, seorang nabi dan seorang penjahat, seorang yang diurapi Tuhan dan seorang yang dirasuki Setan. Ia memulai dengan begitu menjanjikan, namun menyusut dan menjadi buruk, dan berakhir dengan begitu tercela dalam proses penurunan yang sangat menghancurkan dirinya untuk selama-lamanya bagi mereka yang akan membaca, menandai, dan mempelajarinya.
Kehidupan Saul bisa menjadi contoh kehidupan manusia pada umumnya. Dia adalah simbol dari pemberontakan manusia ketika meminta seorang Raja, berarti menolak pemerintahan teokratis. Saul pertama-tama adalah pribadi yang begitu luar biasa, menyenangkan dan ideal. Namun tiga perempat hidupnya berkahir dengan penuh luka dan lelah. Saul berupaya memenangi peperangan dengan memakai caranya sendiri bukan dengan cara Tuhan. Saul sangat takut menerima kenyataan bahwa dirinya akan diganti dengan Daud.
Saul adalah orang yang lelah, karena dia memusatkan pada apa yang salah, bukan pada apa yang benar. Saul memusatkan diri pada masalah, bukan pada mencari solusi. Dia memusatkan diri pada apa yang hilang, bukan pada apa yang dia miliki.
Tahukah Anda apa yang terjadi beberapa hari kemudian pada balon-balon yang diisi helium itu ? Balon-balon itu semakin hari semakin turun, tidak seperti pada hari pertama yang ingin terbang setinggi-tingginya.
Demikian juga dengan hidup kita, kelelahan membuat Anda tidak bisa naik lebih tinggi, namun sebaliknya Anda akan ditarik semakin lebih rendah.
Ada 10 hal yang melelahkan kita :

HAL PERTAMA : Mengejar Hal yang bukan Porsi Anda
Selain kehebatan Daud mengalahkan Goliat, ada hal yang tak kalah penting yaitu perbedaan sikap antara Daud dan Saul dalam menghadapi tekanan. Saat Saul diberitahu akan digantikan dengan raja lain yang lebih taat kepada Tuhan dibandingkan dirinya (1 Sam 13:14), Saul menjadi uring-uringan. Sejak saat itu hidupnya habis untuk memusatkan pada diri dan kekuasaannya, sehingga ia menjadi orang yang sangat tidak percaya dengan orang lain dan hidupnya dengan penuh kemarahan, dengki dan ketakutan (1 Sam 18:8-9).
Berbeda dengan Daud saat ia tidak diijinkan Tuhan untuk membangun bait Allah, dan anaknya Salomo yang akan membangun bait Allah. Daud tidak menjadi iri atau takut tersaingi.
Perbedaan antara Saul dan Daud sebenarnya adalah penerimaan diri untuk dibatasi atau menerima porsi yang sudah ditentukan oleh Tuhan untuk dirinya. Saul tidak mau dibatasi, tidak demikian dengan Daud. Yang mau dibatasi Tuhan akan hidup dengan bahagia, yang tidak mau dibatasi Tuhan hidupnya akan menjadi sangat melelahkan.
Anda bisa membayangkan apa yang terjadi jika saya tidak membatasi memakan makanan daging berkaki empat, jeroan, telor kuning, cumi, udang, tentu saja kolesterol saya akan naik tinggi. Jika saya tidak membatasi memakan es krim, selain mengakibatkan kanker (kantong kering), gula darah saya bisa naik tinggi. Apa yang terjadi pada mereka yang tidak mau dibatasi dengan berhubungan intim hanya dengan satu istri, paling tidak ada permasalahan dalam pernikahan atau hubungan dengan pasangan kita, bisa juga terkena penyakit kelamin, dan yang paling mematikan adalah kita akan terkena HIV.

Begitu juga dengan kehidupan ini, jika kita tidak mau dibatasi, banyak hal yang akan merugikan kita.
Masih ingatkah kita tentang perumpamaan tentang talenta ?
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka.
Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Matius 25:14-15.

Perumpamaan tentang talenta ini sering kali dihubungkan dengan memaksimalkan potensi diri yang diberikan Tuhan kepada kita masing-masing, minimal satu talenta. Potensi itu harus digunakan dan dihasilkan, karena nantinya kita harus mempertanggung jawabkan potensi itu. Tidaklah salah, tapi perumpamaan tentang talenta tidak hanya berbicara tentang itu. Perumpamaan ini menegaskan juga pada kita untuk :
·Mengakui bahwa Tuhan yang memberikan talenta kepada kita
·Tuhan memberi sesuai dengan kemampuan kita, agar kita mampu bertanggung jawab
·Tuhan memberikan talenta kepada setiap orang dengan jumlah yang berbeda-beda
·Tuhan mengajarkan adanya pembatasan, agar kita tidak lelah
Pernahkah Anda membayangkan, apa yang terjadi jika yang semula diberikan dua talenta, diberikan 4 talenta dan yang semula diberikan 5 talenta diberikan 7 talenta ?
Saya percaya yang diberi 4 talenta akan menghasilkan 4 talenta, dan yang diberikan 7 talenta akan menghasilkan 10 talenta. Mengapa demikian ? Karena Tuhan Maha Tahu, Dia tahu porsi kemampuan kita masing-masing. Dia sangat tahu batas maksimal yang kita bisa.
Beberapa minggu lalu saya membeli mesin genset, karena seringnya mati lampu. Ahli genset itu mengatakan, “Jika gensetnya mau awet, gunakan listrik hanya seperlunya. Jika kapasitas tertulisnya 9.000 VA, itu berarti kemampuan maksimal sesungguhnya hanya 6.000 VA, dan kapasitas efektifnya 5.500 VA. Jadi gunakanlah tidak lebih dari 5.500 VA !”
Allah tahu batas efektif setiap kita. Jika Anda tidak mau dibatasi, tentu akan terjadi kelelahan yang luar biasa pada diri Anda.
Orang yang tidak mau dibatasi akan memiliki ambisi yang tidak sehat, ciri-cirinya adalah sebagai berikut :
·Tidak bisa tidur pada saat keinginannya tidak tercapai
·Menambah jam kerja dalam waktu yang cukup lama demi tercapai impiannya
·Mengabaikan dua kali suara pasangan hidup yang mengingatkannya
·Emosi yang tidak terkendali
·Ambisi yang dilatarbelakangi iri hati, gengsi dan demi nama baik
Ambisi yang tidak sehat menempati tiga besar perusak kehidupan seseorang. Pertama tidak adanya iman, kedua karakter buruk, dan ketiga ambisi yang tidak sehat.
Jika kita lakukan yang terbaik dari apa yang bisa kita jangkau, hal ini akan berdampak luar biasa. Keberhasilan tidak pernah datang dari mengejar sesuatu yang di luar jangkauan kita. Walaupun Abraham diberikan kesempatan untuk memiliki tanah, keinginan hatinya sesungguhnya adalah untuk mendapatkan seluas-luasnya tanah, tapi Allah membatasi dia dengan kemampuan matanya memandang. Sangat jelas sekali, Tuhan menginginkan kita untuk mau dibatasi. Kalau begitu kenapa kita harus mengejar hal yang tidak bisa kita jangkau ?

HAL KEDUA : Tidak Menerima Keberadaan Anda
Anda tahu apa yang terjadi pada selebritis Gugun Gondrong. Penyakit yang tidak jelas, membuatnya harus terbaring dan tidak bisa berbicara. Ironisnya lagi, istrinya harus menerima keadaan suami yang seperti itu, padahal mereka belum setahun menikah. Bagaimana perasaan Anda jika menjadi istrinya ? Pada umumnya kita akan sedih, putus asa, mengeluh dan kecewa. Tidak demikian dengan istrinya. Menurut penuturan Ibunya Gugun Gondrong, dia bangga dan kagum dengan kedewasaan menantunya, yang luar biasa menghadapi cobaan ini. Dia tidak membenamkan dirinya pada kesedihan. Dia tidak menambah penderitaan dirinya dengan menjadi pembuat masalah. Dia bukanlah pembuat masalah, namun dia membawa penyelesaian. Terbukti dengan usahanya untuk membuat suaminya tersenyum melalui sikap optimis dan sikap keteguhan hatinya, walau jalan hidupnya penuh duri.
Menerima keadaan itulah kuncinya. Keadaan pahit akan mudah dan enak dilewati, jika kita menerima keadaan-keadaan pahitpun akan terasa mudah kita menjalaninya. Semua jenis emosi pemicunya adalah tidak bersedia menerima keadaan. Perasaan dendam akan tetap tersimpan rapi di hati, jika Anda tidak bersedia menerima perlakuan tidak adil yang dilakukan oleh orang tua Anda. Kemarahan akan tetap muncul dan menguasai Anda, jika Anda tidak bisa menerima perlakuan ketidaksetiaan suami Anda. Semakin Anda tidak bisa menerima keadaan yang menimpa Anda, semakin Anda ditarik untuk menjadi lelah.
Beberapa minggu lalu kepala saya pusing-pusing, dan saya sedikit kuatir ada apa dengan kesehatan saya, karena belum pernah saya mengalaminya sebelum ini. Sabtu pagi saya ke dokter, dan dokter menyatakan saya kecapekan dan diberikan dua jenis obat untuk diminum. Minggu pagi kepala saya tetap pusing dan ditambah dengan merah-merah di kulit muka saya. Dugaan pertama karena saya alergi obat itu, lalu saya ke dokter lagi. Rupanya saya terkena penyakit cacar. Lantas saya mulai mencari tahu, siapa yang menularkan penyakit ini ? dan saya teringat pegawai yang beberapa minggu lalu sebelumnya tidak masuk kerja karena kena penyakit cacar. Mulailah di hati saya pikiran negatif, perasaan marah, dan tidak menerima karena dia penyebab saya sakit. Namun saya tidak meneruskan pikiran itu, dan saya mengatakan pada diri saya sendiri, “Kamu harus menerima keadaan ini, jangan menyalahkan siapapun untuk keadaan sakit. Jika kamu tidak menerima keadaan ini, maka kamu akan menjadi lelah.”
Pada umumnya orang tidak menerima keadaannya karena :
·Mengharapkan dunia dengan orang-orang yang adil
·Tidak mau berkorban bagi kesalahan orang lain
·Kasih tak bersyarat yang tidak berfungsi
·Apa maunya kita harus terjadi/dipenuhi
·Orang lain seharusnya melakukan yang benar
Lisa dan suaminya Kevin ingin mempunyai seorang bayi, tapi Lisa tidak bisa mengandung. Ia menjalani berbagai cara untuk bisa mengandung, sampai mereka menghabiskan uang yang banyak. Sampai beberapa tahun akhirnya dokter mengatakan, “Lisa, aku sangat menyesal. Tidak ada lagi yang kami bisa lakukan untukmu. Anda tidak bisa mempunyai anak.
Lisa begitu kecewa dan putus asa. Ia sangat dikuasai oleh keinginannya untuk mempunyai seorang bayi, sehingga dia sangat terkuras secara emosional dan jasmani. Sampai suatu hari ia berdoa, “Tuhan, aku tidak akan meminta-Mu lagi untuk memberikanku seorang bayi. Engkau sudah tahu apa yang kuinginkan. Aku hanya menyerahkan semuanya kepada-Mu.” Sekarang mereka sudah bahagia dan mempunyai tiga orang anak, mereka mengadopsinya.
Bagaimana anda bisa hidup tanpa lelah jika Anda sering mengeluh dengan pekerjaan anda sekarang, bos anda yang tidak anda suka, istri/suami yang tidak mengerti Anda, orang tua yang tidak memperhatikan Anda, dll.
Semakin mudah Anda beradaptasi, semakin cepat pula Anda menikmati hari-hari Anda.
Iblis tidak bisa menerima keberadaannya dibawah Tuhan, sehingga dia melawan Tuhan, tapi iblis kalah dan dibuang Tuhan. Kain tidak bisa menerima keberadaannya, dia iri hati karena persembahan saudaranya diterima dan persembahannya tidak. Esau tidak bisa menerima keberadaannya lebih rendah dari adiknya Yakub. Saudara-saudara Yusuf tidak bisa menerima keberadaannya untuk sujud menyembah kepada Yusuf. Saul tidak bisa menerima keadaanya bahwa dia akan digantikan oleh Daud.
Banyak hal di dalam kehidupan ini tidaklah penting siapa yang benar dan siapa yang salah. Ada yang lebih penting dari itu, untuk menerima keberadaan Anda saat ini.

HAL KETIGA : Sering Berpikir Buruk
Dari pikiranlah segala sumber masalah. Suatu hari tunawisma di AS tidak mendapatkan tempat menginap yang biasa disediakan oleh pemerintah. Namun pada malam itu udaranya sangat dingin, dan dia harus mencari ruangan tertutup yang bisa menghangatkan tubuhnya. Tidak jauh dari pandangan dia melihat sebuah mobil box. Lalu bergegas dia mendekati mobil itu, lalu masuk kedalam boxnya. Setelah dia masuk, dia baru menyadari bahwa mobil yang dia masukin tersebut adalah mobil box pendingin. Lalu dia berpikir, “Saya bisa mati kedinginan di mobil ini.” Semakin lama, semakin dia merasakan dingin yang menyengat tubuhnya. Keesokkan harinya orang-orang menemukannya mati di dalam mobil box pendingin itu.
Polisipun langsung mencari tahu penyebab kematian tunawisma tersebut. Banyak orang memperkirakan bahwa orang tersebut mati karena kedinginan. Ada satu orang polisi yang teliti melihat tombol on/off box pendinginnya, dan yang mengejutkannya, tombolnya pada posisi off. Tunawisma tersebut mati kedinginan dari pikirannya sendiri.
Fakta : 80% dari yang kita kuatirkan tidak akan terjadi.
Selain kebingungan dengan posisi kekuasaannya, Saul mulai menuduh pegawai dan imam Ahimelekh merencanakan kecelakakan baginya (1 Sam 22:7-19).
Thomas Edison membuang lampu pijar karbon yang tak berhasil. Inilah yang membuatnya berhasil menemukan lampu pijar. Dia tidak menumpukkan ketidakberhasilannya pada ruangan kerjanya, tumpukan itu dia buang langsung setelah tahu lampu pijar yang dia coba gagal. Thomas Edison tidak mau memasukkan pikiran gagal di dirinya.
Filsuf & Psikolog AS William James berkali-kali mengatakan bahwa kalau kita mengubah pemikiran kita, kita mengubah kehidupan kita.
Anda dan saya bisa berpikir yang menyimpang. Berikut ini kategorinya
1.Semua atau tidak sama sekali. Berpikir hitam atau putih.
2.Tidak ada kata berhasil jika Anda sudah gagal.
3.Saringan negatif berfungsi dan saringan positif tidak. Anda suka tinggal dalam peristiwa negatif.
4.Meniadakan atau tidak memperhitungkan hal-hal positif.
5.Cepat/melompat menyimpulkan.
6.Membesarkan atau meremehkan.
7.Lebih mempertimbangkan dengan perasaan.
8.Pernyataan-pernyataan seharusnya.
9.Menjuluki hal negatif bagi diri sendiri dan orang lain
10.Menyalahkan diri sendiri.

Setelah Badai Katrina, para reporter sedang mewawancarai orang-orang di New Orleans yang mengalami badai itu. orang-orang menceritakan kisahnya, dan sebagian besar dari mereka merasa sangat negatif dan pahit hati, dengan mempersalahkan orang lain, mempersalahkan pemerintahan mempermasalahkan Tuhan.
Seorang perempuan muda maju ke arah mikrofon, ia tersenyum lebar, dan wajahnya tampak hampir bercahaya. Reporter itu bertanya kepadanya dengan sinis, “Baiklah, ceritakanlah kepada kami kisahmu. Apa yang salah ?”
“Tidak ada yang salah,” kata perempuan itu. “Saya tidak berada di sini untuk mengeluh. Saya ada di sini hanya untuk bersyukur kepada Tuhan bahwa saya masih hidup dan saya masih mempunyai kesehatan saya. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa anak-anak saya baik-baik saja.”
Reporter itu sangat terkejut. Semua orang lain telah mengeluh tentang tidak adanya listrik atau air. Suhunya lebih dari 38 derajat celcius dan mereka tidak mempunyai AC. Reporter itu menyelidiki lebih lanjut, “Yah, bagaimana dengan listrik Anda ?” Apakah Anda mempunyai AC ?”
Perempuan itu berkata, “Tidak, saya tidak hanya tidak mempunyai listrik, saya bahkan tidak mempunyai rumah. Rumah saya hanyut dalam banjir.” Kemudian ia tersenyum sementara berkata, “Saya akan memberitahukan apa yang saya miliki.” Ia meraih dan mengangkat Alkitabnya, “Saya mempunyai harapan, saya mempunyai sukacita, saya mempunyai damai sejahtera,” katanya. Dengan air muka yang bercahaya, ia melanjutkan, “Saya tahu bahwa Tuhan ada di pihak saya.”
Berhentilah tinggal dalam apa yang salah dan mulailah bersyukur atas apa yang benar.
Ada seorang pemudi bertanya kepada saya, “Kenapa saya bisa mengerjakan banyak hal tapi semua yang saya kerjakan tidak bisa menghasilkan dengan maksimal ?” Saya merasakan ada sesuatu yang salah dengan dia. Saya pun terus mendengarkan dia, dan sesekali bertanya, untuk mencari permasalahannya sebenarnya. Akhirnya saya temukan ada kepahitan yang mendalam pada dirinya, karena perlakuan yang tidak adil dari orang tuanya (pemudi ini dua bersaudara, dan dia anak bungsu). “Saya buktikan ke papi bahwa saya bisa menyelesaikan kuliah, tanpa bantuannya. Saya bisa bekerja dan beli motor sendiri, bahkan saya bisa beli rumah.” Dia menceritakan, orang tuanya ingin anak laki-laki, tapi yang lahir tidak sesuai dengan yang diharapkan papinya, sehingga ada rasa tertolak sejak dikandungan. Hidupnya berpusat pada papinya, hidupnya berpusat pada masalah, dari sanalah pikiran negatif membuatnya menjadi lelah dengan hidupnya. Bahkan dia sudah tidak bergereja lagi selama sebulan.
Saya bertanya kepadanya, maukah Anda menerima tamu datang dan membuang sampah di ruang tamu Anda ? Dia menjawab, “Ya tidak mau !” “Kalau begitu mengapa Anda mau menerima sampah masuk di pikiran Anda saat ini ?” Dia mengakui bahwa dia memiliki kebencian kepada papi nya, namun dia sulit untuk melepaskannya. Hidupnya penuh dengan pikiran negatif, dia lelah, tak berdaya, dan selalu merasa gagal.

21 November 2008

MENJADI MANUSIA PEMBELAJAR

Apa yang tidak disukai wanita dari seorang pria ?
Sifat lelaki yang egois memang selalu dipersoalkan oleh perempuan. Ego itu sendiri merupakan sifat ke-aku-an dari lelaki. Dalam realitanya, mengacu pada perkembangan kultur sosial dari ego lelaki sering dikonotasikan sebagai egoisme yang semena-mena dan mau menang sendiri sehingga memberi citra yang negatif. Jika kaum lelaki lebih rasional dalam mereduksi dan memahami keinginan perempuan maka pasangannya pun akan melakukan hal yang sama. Kaum lelaki bisa memperbaiki bila saja mengerti apa yang tidak disukai oleh perempuan. Untuk sebaiknya anda simak karena ada beberapa perilaku dan sifat lelaki yang dibenci oleh perempuan.
Kasar dan Melakukan Kekerasan. Lelaki memang memiliki fisik yang kuat tapi bukan untuk menyakiti dan melakukan kekerasan pada perempuan. Karena perempuan adalah makhluk yang secara fisik lebih lemah sehingga membutuhkan perlindungan. Perempuan adalah makhluk perasa dan menyenangi kelembutan. Jadi janganlah anda sekali-kali berbuat kasar dan melakukan kekerasan pada perempuan. Umumnya lelaki yang kasar dan ringan tangan maka cenderung dictator dan inginnya menang sendiri.
Tidak Setia /Selingkuh. Perempuan sebenarnya memiliki sifat egois dan tidak ingin memberi atau membagi apa yang menjadi miliknya apalagi itu sesuatu yang berharga. Tidak ada satu perempuan pun yang merelakan bahwa lelaki pujaannya dimiliki juga oleh perempuan lain. Jadi jika lelaki yang dianggapnya hanya menyayanginya ternyata berpaling pada perempuan lain. Perasaannya akan hancur karena merasa tidak dihargai lagi dan terjadi pengkhianatan dalam hubungannya. Lelaki yang berperilaku seperti ini memang dibenci tetapi perempuan bisa memaafkannya. Ketidaksetiaan dan selingkuh yang diperbuat oleh pasangannya memang dimaafkan tidak dapat dilupakan begitu saja.
Mata Keranjang. Lelaki boleh saja mengatakan bahwa ketertarikan pada lawan jenis adalah sifat kodratnya. Perempuan pun paling senang bila diperhatikan oleh pasangannya tetapi bukan untuk dinomorduakan. Sifat mata keranjang menunjukkan ketertarikan pada perempuan lain adalah tindakan yang tidak menghargai perempuan yang telah dipilihnya. Apalagi jika tindakan itu menjadi serius pasti akan enciptakan permasalahan yang lebih kompleks. Jadi sebaiknya janganlah menduakan perempuan yang telah mendampingi anda. Bila anda mengagumi perempuan lain tidak perlu ditunjukkan secara terang-terangan tapi bukan berarti anda bisa bermain dibelakang.
Bodoh Tidak Punya Sesuatu. Ketertarikan perempuan pada lelaki biasanya karena lelaki tersebut memiliki sesuatu hal yang istimewa sehingga tumbuh rasa kekaguman. Seorang lelaki yang cerdas dalam arti yang luas akan lebih mudah menarik hati perempuan karena bisa membanggakannya dan mengangkat martabatnya di hadapan orang lain. Sebaliknya, jika lelaki itu bodoh maka tidak ada bisa dibanggakan. Apalagi dalam komunitas eksekutif yang telah membentuk diri bahwa anda bukan lelaki yang intover dan ketinggalan jaman.
Tidak Romantis Dan Tidak Peduli. Perempuan selalu ingin dimanja oleh pasangannya karena memiliki sifat yang introvert dan tidak percaya diri. Karena itulah perempuan lebih suka pada lelaki yang romantis dan pandai menyatakan rasa ketertarikan serta sanjungan. Perempuan tidak menyukai lelaki yang kaku meski ia mencintai lelaki itu. Jadi tidak ada salahnya jika anda memuji pasangan anda dan kata-kata cinta akan membuat dirinya bahagia.
Tidak Tegas dan Tidak Berkepribadian. Lelaki memang masih ditempat sebagai kepala keluarga dan ketegasan sring dikaitkan dengan rasa tanggungjawab sehingga menyangkut kepribadian seseorang. Perempuan tidak akan merasa nyaman dan aman bila pendampingnya lemah, plin plan, tidak berpendirian dan rapuh.
Berbohong/ Tidak Jujur. Ada yang bilang perempuan adalah makhluk yang suka dibohongi. Tetapi jika perempuan tahu bahwa anda ternyata telah berbohong maka ia akan membenci setengah mati karena ia merasa telah tidak dihargai dan dipermainkan. Jadi sebaiknya memang anda berlaku sebagaimana seharusnya anda menjadi lelaki yang bertanggungjawab sehingga anda tidak perlu berbohong padanya.

Mendengkur. Tahukah anda bahwa sebenarnya perempuan sangat tersiksa mendengar dengkuran suaminya. Karena itu jika anda ingin disayang istri maka sebaiknya sembuhkan kebiasaan mendengkur anda. Atau bujuk istri anda agar ia bisa menikmati suara itu dengan menganggap dengkuran anda seperti musik malam yang indah
Apa yang tidak sukai pria dari seorang wanita ?
Pelit can Perhitungan. Perempuan pada umumnya memiliki sifat yang materialistis dan sudah menjadi kodrat dari setiap perempuan yang tidak perlu dipersoalkan. Menurut sejumlah penelitian dan kasus-kasus, perhatian terhadap suatu barang oleh perempuan adalah hal yang wajar tetapi dalam realitasnya mereka tidak bisa dilepaskan dari materi. Karena itu dalam tatanan sosial maupun religi maka kaum lelaki memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan material pasangannya. Jika anda royal dalam memberikan uang ataupun sering memberikan hadiah maka anda bukan saja mampu memenuhi salah satu kewajibannya tapi juga memahami salah satu keinginan perempuan. Jadi perempuan akan sangat menderita bila kekasihnya adalah seorang lelaki yang pelit dan penuh perhitungan.
Cerewet. Laki-laki bisa bicara 500 kata per hari, wanita bisa 1.500 kata per hari. Cerewetnya wanita tidak hanya karena banyaknya bicara, juga suka membicarakan hal yang rinci dan dibumbui karena sikap kuatirnya yang berlebihan. Dan wanita juga suka membicarakan kejadian lama dan diungkit-ungkit.
Anda bisa menjadi pribadi yang dikagumi dan Anda juga bisa menjadi pribadi yang tidak dikagumi, itu semua bermula dari : “Apakah Anda sudah menjalankan tugas utama dari setiap manusia ?”
Dua tugas utama setiap manusia adalah MENYEMBAH ALLAH dan BERTANGGUNG JAWAB.
Menyembah Allah berarti Anda membawa diri Anda menjadi serupa Kristus. Anda tentu akan bertanya untuk setiap tindakan yang akan Anda ambil dengan bertanya, “Jika Yesus sedang ujian, maukah dia menyontek ?” atau “Jika Yesus sudah dewasa dan menikah, maukah dia tidak bekerja ?”

Menolak menyembah Tuhan berarti menerima menjadi ciptaan yang GAGAL, dalam bahasa produksi berarti product reject.
Menolak bertanggung jawab berarti menerima menjadi manusia BONSAI/KERDIL. Anda tidak akan lebih dari seekor semut jika Anda tidak mau mengambil tanggung jawab. Semut sangat bertanggung jawab walau dia bukan manusia yang berakal budi dan cerdas. Mereka akan mengumpulkan makanan walau saat itu musim panas. Dipikiran semut saat musin panas adalah musim hujan, sehingga mereka mengejar waktu menumpuk persediaan makanannya.

Tanggung jawab = Responsible, response and ability, dapat memberi tanggapan dan menghasilkan.
TUGAS adalah tanggapan setiap manusia, seberapa dapatkah anda menanggapi tugas dengan baik, menjadi seberapa tanggungjawabkah anda.
Saat saya sekolah dulu, hampir separoh mengerjakan PR di sekolah. Itupun menyalin dari teman lain yang sudah mengerjakan PR tersebut. Kelakuan saya dan teman-teman tersebut tidak termasuk orang yang memberi tanggapan dengan baik terhadap tugas yang diberikan.
Maukah Anda menerima bingkisan dari teman Anda yang baru dari luar kota, tapi dikartu bingkisan tertulis, “Maaf teman, saya mau jujur, saya memberi bingkisan ini sebenarnya terpaksa !”

Bagaimana saya bisa menjadi bertanggung jawab ?
Mulailah dengan BUKAN TANGGUNG JAWAB ANDA, namun TANGGUNG JAWAB SAYALAH.
Di tahun 1999, saya hampir menyelesaikan kuliah S1 saya. Di saat itu, saudara saya menawarkan saya melanjutkan kuliah di Singapura dan dia bersedia untuk membayar semua keperluan. Bagi saya ini adalah kesempatan yang baik buat masa depan saya. Tapi tidak baik bagi pembentukan diri saya. Permintaan itu saya tolak, dan saya berbicara pada diri saya sendiri, “Saya akan mau kuliah dengan biaya saya sendiri.” Saya berpikir demikian karena saya bukan anak kecil lagi yang tidak mau menerima tanggung jawab saya.
Ini berarti saya menjadi DIRI SAYA SENDIRI dan membangun KEHIDUPAN SAYA. Karena kita adalah SUTRADARA bagi hidup kita sendiri.


Erik Erikson, ahli psikologi, menggambarkan tahapan perkembangan manusia :
BAYI :
Kebenaran dasar vs Ketidakpercayaan Dasar.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Harapan atau Penarikan diri
BALITA :
Otonomi vs Malu, Ragu-ragu.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Keinginan atau Keharusan/Paksaan
USIA BERMAIN :
Inisiatif vs Kesalahan.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Maksud-tujuan atau Hambatan.
USIA SEKOLAH :
Kerajinan vs Perasaan Rendah Diri
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Kompentensi atau Kemalasan.
REMAJA :
Identitas vs Kekacauan Identitas.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Kesetiaan atau Penolakan.
KEDEWASAAN MASA MUDA :
Keintiman vs Pengasingan.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Cinta atau Keadaan Eksklusif.
KEDEWASAAN :
Keintiman vs Kemandegan.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Perhatian atau Penolakan.
USIA TUA :
Integritas vs Keputusasaan.
Hasilnya dalam jangka panjang adalah antara Kebijaksanaan atau Penghinaan.

Tak ada jalan singkat/SHORTCUT untuk menjadi bertanggung jawab.
Tanggung jawab manakah yang saya masih kurang ? p.117
Menjadi pribadi yang bertanggung jawab adalah buah dari manusia pembelajar.

Untuk menjadi manusia pembelajar, Anda perlu KEMAUAN YANG KUAT dan KETEKUNAN.


Hampir semua keberhasilan tidak cukup dicoba hanya sekali. Beberapa hari yang lalu saya harus bangun pagi jam 5, karena kompor gas di rumah saya mati, dan pada saat itu pembantu kami sedang membuat nasi tim buat anak saya. Jadi diperlukan api segera, agar nasi tim tersebut tetap enak. Dan istri saya menyodorkan kompor gas kecil untuk dinyalakan. Saya mencobanya, pertama tidak bisa nyala, lalu saya coba lagi tetap tidak bisa nyala, sampai keempat kali saya coba tetap tak bisa nyala. Lalu istri saya cepat-cepat ambil kompor listrik yang kami punya. Dan dengan kompor listrik itu sudah bisa merebus botol bayi anak saya, namun belum meneruskan memasak nasi timnya. Saya ambil kompor gasnya lagi dan saya coba lagi, setelah saya coba lagi dua kali, akhirnya kompor itu bisa menyala. Rupanya permasalahannya sepele, ada kail yang tidak tepat terpasang.
Disinilah ketekunan kita perlukan, karena keberhasilan nyaris tidak bisa hanya sekali mencoba.

Kenapa kita tidak mampu menjadi manusia pembelajar ? Disebabkan oleh :
1.Ketertutupan pikiran (close mind, irrasionalitas)
Cara Anda menyimak orang lain memperlihatkan seberapa terbukanya pikiran Anda. Ada orang yang dalam hatinya, “Saya sudah tahu apa yang Anda katakan”, “Yang kamu katakan tidak semuanya benar”, “Mudah diomongkan tapi sulit menjalankan”
2.Kebebalan nurani (immoralitas)
Terjatuh di lobang yang sama. Masing-masing kita memiliki kelemahan, ada yang lemah secara keuangan, ada yang lemah dengan sikap malas, ada yang lemah secara seksual, ada yang lemah dengan emosi atau pengendalian diri. Namun mereka yang tetap jatuh di lobang yang sama atau mereka belum bisa mengatasi kelemahannya, kebanyakkan dikarenakan kebebalan hatinya untuk mau berubah.
3.Hilangnya kendali atas hasrat/kemauan
99 derajat celcius tidak cukup mendidihkan air, per sekian detik membedakan juara pelari 100m. Hasrat yang bisa tidak mendorong kita untuk menjadi manusia pembelajar.

Manusia pembelajar akan berani MEMBUAT PERBEDAAN dan lahirlah a true leader dan a great leader. Karena ia telah bertanggung jawab menciptakan masa depan bagi dirinya, bagi kelompoknya, bagi organisasinya dan bagi komunitas masyarakat nasional dan global.
Alfabet Pembuat Perbedaan
A : Accept. Terimalah diri anda sebagaimana adanya.
B : Believe. Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
C : Care. Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
D : Direct. Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E : Earn. Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F : Face. Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G : Go. Berangkatlah dari kebenaran.
H : Homework. Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi.
I : Ignore. Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.
J : Jealously. Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri.
K : Keep. Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L : Learn. Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
M : Mind. Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N : Never. Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol.
O : Observe. Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain.
P : Patience. Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.
Q : Question. Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu.

R : Respect. Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
S : Self confidence, self esteem, self respect. Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T : Take. Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda.
U : Understand. Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat mengalahkan anda.
V : Value. Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.
W : Work. Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a.
X : X'tra. Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
Y : You. Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
Z : Zero. Usaha nol membawa hasil nol pula.