Hindari kata-kata yang menyerang pasangan Anda Seperti :
"Kamu membuat aku sangat cemburu..." Kata-kata seperti ini membuat pasangan Anda untuk membela diri, mengakibatkan juga komunikasi dan hubungan yang menyakitkan.
Bandingkan :
"Saya merasa sakit hati..." vs "Kamu tidak berperasaan..."
"Saya merasa takut..." vs "Kamu sekarang tidak pedulikan aku lagi..."
Lebih bertanggungjawablah terhadap perasaan kita, jangan menyalahkan pasangan Anda atas perasaan kita.
02 June 2007
Devotional Yakobus
"Semua hal yang baik asalnya dari Tuhan dan anugerah demi anugerah diberikan-Nya supaya anda kuat melewati hari hidupmu."Inspired : Yakobus 1:17
Inspiration - Zig Ziglar
Dalam pekerjaan saya, saya sering menyaksikan orang-orang yang tidak berhasil, tapi jarang menyaksikan orang-orang yang tidak dapat berhasil.
Saya sungguh menyarankan Anda menerima fakta bahwa mulai saat ini, keadaan dan masa depan Anda -berada di tangan orang yang mampu - tangan Anda sendiri.
Saya sungguh menyarankan Anda menerima fakta bahwa mulai saat ini, keadaan dan masa depan Anda -berada di tangan orang yang mampu - tangan Anda sendiri.
Business - Executive Headlines
Seperti giatnya anda mengejar omzet, begitu jugalah seharusnya semangat utk melakukan perubahan. Tidak ada pertumbuhan tanpa perubahan. Jika anda tidak melakukan perubahan 1 tahun terakhir ini, berarti bisnis anda sudah mundur 2 tahun. Itu berarti anda sudah kalah langkah oleh pesaing anda. Hampir dari kita semua tanpa menyadarinya melakukan kesalahan "status quo".
Executive Headlines
01 June 2007
Spiritual - Charles R. Swindoll
"Selamanya Tuhan adalah Penguasa berdaulat atas segalanya dan tidak ada satu pun yg melampaui kuasa dan hikmat-Nya, tragedi yg mengerikan dan tak berbelas kasihan bukanlah tindakan Tuhan. Tuhan sama sekali tidak menghendaki anda mengalami dukacita yg begitu dalam. Benar, dalam kasus Ayub, Ia mengizinkannya, tetapi Ia bukanlah pencipta kejahatan. Dunia yg jahat telah rusak oleh karena dosa."
Charles R. Swindoll
Hari-hari Korban Kerusuhan Mei...
Sembilan tahun sudah reformasi, yg berbuah pengunduran diri Presiden Soeharto, bergulir. Dan, 9 thn sudah trauma dan derita berkepanjangan dirasakan korban kerusuhan, yg mengiringi proses bergulirnya reformasi itu.
Adalah Iwan Firman, pria keturunan Tionghoa kelahiran Jakarta 40 thn silam yg menjadi salah seorang korban yg selamat dari peristiwa amuk massa pada masa itu. Ia menuturkan dengan sangat detail saat naasnya, ketika ia dibakar hidup-hidup oleh segerombolan orang yg di Jl. Letjen Suprapto, Jak-Pus, tepat di dpn SMK Rasera 66 Jkt pd 14 Mei 1998. Hingga kini bekas luka bakar serius seolah-olah menceritakan sadisnya tragedi tsb.
Tdk ada lg harapan hidup krn cacat permanen serta luka batin akibat ditinggal istri dan kedua anaknya. Hal itu memunculkan pikiran utk mengakhiri hidup di perlintasan kereta api yg hanya berjarak beberapa ratus meter dr tempat tinggalnya. Untunglah waktu itu ada Abdillah Kamil, penjaga palang pintu perlintasan kereta api yg bbrp kali menyelamatkan Iwan dr percobaan bunuh diri.
Kini, Iwan yg sejak usia 9 thn memiliki bakat meramu obat-obatan China, sebagaimana yg dilakukan almarhum orgtuanya, mulai bangkit dr trauma dgn menjual obat ramuan China serta membuka warung kecil di rmhnya.
Iwan tdk sendiri. Masih banyak korban dan keluarga korban peristiwa kerusuhan Mei'98 yg hingga kini berjuang, dgn cara mereka masing-masing.
Cermin Diri :
Tokoh Abdillah Kamil mengusik diri ini yg ego dan tdk peduli org2 sekitar. Dlm keterbatasannya (ekonomi, pendidikan dan jabatan)tdk membuat dia beralasan utk tdk mempedulikan org lain. Dia sdh menjlnkan HIDUP YG MEMBERI.
Adalah Iwan Firman, pria keturunan Tionghoa kelahiran Jakarta 40 thn silam yg menjadi salah seorang korban yg selamat dari peristiwa amuk massa pada masa itu. Ia menuturkan dengan sangat detail saat naasnya, ketika ia dibakar hidup-hidup oleh segerombolan orang yg di Jl. Letjen Suprapto, Jak-Pus, tepat di dpn SMK Rasera 66 Jkt pd 14 Mei 1998. Hingga kini bekas luka bakar serius seolah-olah menceritakan sadisnya tragedi tsb.
Tdk ada lg harapan hidup krn cacat permanen serta luka batin akibat ditinggal istri dan kedua anaknya. Hal itu memunculkan pikiran utk mengakhiri hidup di perlintasan kereta api yg hanya berjarak beberapa ratus meter dr tempat tinggalnya. Untunglah waktu itu ada Abdillah Kamil, penjaga palang pintu perlintasan kereta api yg bbrp kali menyelamatkan Iwan dr percobaan bunuh diri.
Kini, Iwan yg sejak usia 9 thn memiliki bakat meramu obat-obatan China, sebagaimana yg dilakukan almarhum orgtuanya, mulai bangkit dr trauma dgn menjual obat ramuan China serta membuka warung kecil di rmhnya.
Iwan tdk sendiri. Masih banyak korban dan keluarga korban peristiwa kerusuhan Mei'98 yg hingga kini berjuang, dgn cara mereka masing-masing.
Cermin Diri :
Tokoh Abdillah Kamil mengusik diri ini yg ego dan tdk peduli org2 sekitar. Dlm keterbatasannya (ekonomi, pendidikan dan jabatan)tdk membuat dia beralasan utk tdk mempedulikan org lain. Dia sdh menjlnkan HIDUP YG MEMBERI.
Subscribe to:
Posts (Atom)