“ Tetapi isteri Lot, yang berjalan mengikutnya, menoleh ke belakang, lalu menjadi tiang garam. “ Kejadian 19:26
Ada 2 jenis respon yang bisa anda berikan kepada Tuhan, saat Dia berbicara kepada anda. Respon pertama, percaya dan mentaatinya. Ini diwakili oleh pahlawan-pahlawan iman, yang seharusnya menjadi teladan iman anda dan saya. Anda ingat Nuh, bukankah dia percaya untuk membuat bahtera walau dia, saya percaya, dianggap gila oleh kaumnya, namun dia tetap memilih percaya atas apa yang Tuhan katakan. Tentu anda juga ingat Abraham, saat dia diminta meninggalkan keluarga dan sukunya untuk pergi ke negeri yang dijanjikan Tuhan, dia mau percaya dan berjalan bukan hanya setahun, namun berpuluh-puluh tahun untuk menunggu negeri yang dijanjikan Tuhan. Siapakah Musa sehingga dia berani memimpin orang Israel tanpa modal, bukan lagi seorang pangeran, bisa dikatakan manusia gagal, namun dia percaya kepada Tuhan yang memintanya memimpin Israel keluar dari Mesir.
Respon kedua, tidak percaya dan tidak taat. Rupanya Tuhan selalu membuat batu ujian supaya tahu, siapa yang taat dan siapa yang tidak taat. Adam dan hawa diuji lewat buah di tengah taman, Sara diuji saat memiliki anak, Istri Lot diuji untuk tidak menoleh kebelakang. Namun mereka semua gagal percaya dan menjadi pecundang. Saya percaya setiap kita diuji ketaatannya. 3 konsekuensi saat kita tidak percaya dan taat; kita melukai hati Tuhan, hidup pasti lebih kacau, mati hubungan dengan Allah. Ketiga hal buruk ini terjadi pada Adam, Hawa, Sara dan Lot. Tentu anda tidak ingin seperti mereka, bukan ? Maka percaya dan taatlah, maka anda menjadi benar di mata Tuhan.
18 February 2008
1001 alasan, ada saja !
“Sungguhlah hambamu ini telah dikaruniai belas kasihan di hadapanmu, dan tuanku telah berbuat kemurahan besar kepadaku dengan memelihara hidupku, tetapi jika aku harus lari ke pegunungan, pastilah aku akan tersusul oleh bencana itu, sehingga matilah aku. “ Kejadian 19:19
Anda bisa menilai Lot ini orang yang seperti apa ? Sudah tahu akan ada bencana dari sumber yang dapat dipercaya kog malah berprinsip lambat asal selamat. Saya percaya ada alasan dibalik sikapnya itu, setidaknya pengaruh dari orang-orang sekelilingnya. Pertama datang dari calon menantunya, yang tidak percaya Sodom dan Gomora akan dibumihanguskan. Kedua datang dari kedua anak perempuannya, yang masih sulit untuk putus dengan pacar mereka. Dan terakhir itu dari istrinya, yang sangat sulit meninggalkan keglamoran Sodom dan Gomora.
Mudah untuk mengamati, lebih sulit untuk menjalani. Demikian juga dengan kita, saat sumber yang dapat percaya itu terbuka bagi kita yaitu Alkitab, kita masih menbedahnya dengan logika otak kita. Tidak berhenti sampai di sana, kita membandingkannya dengan tradisi atau nilai-nilai disekeliling hidup kita. Dan akhirnya gema kebenaran Alkitab terhenti, ketika menganggu keamanan dan kenyaman kita. Nasib akhirnya bisa ditebak, Lot bukanlah pahlawan iman, karena dia punya banyak alasan untuk memperlambat mewujudkan kebenaran Tuhan dalam hidupnya. Nasib demikian juga akan menjadi milik anda dan saya, apabila 1001 alasan selalu menjadi tameng sewaktu anda ingin hidup sepadaan dengan kebenaran-Nya.
Anda bisa menilai Lot ini orang yang seperti apa ? Sudah tahu akan ada bencana dari sumber yang dapat dipercaya kog malah berprinsip lambat asal selamat. Saya percaya ada alasan dibalik sikapnya itu, setidaknya pengaruh dari orang-orang sekelilingnya. Pertama datang dari calon menantunya, yang tidak percaya Sodom dan Gomora akan dibumihanguskan. Kedua datang dari kedua anak perempuannya, yang masih sulit untuk putus dengan pacar mereka. Dan terakhir itu dari istrinya, yang sangat sulit meninggalkan keglamoran Sodom dan Gomora.
Mudah untuk mengamati, lebih sulit untuk menjalani. Demikian juga dengan kita, saat sumber yang dapat percaya itu terbuka bagi kita yaitu Alkitab, kita masih menbedahnya dengan logika otak kita. Tidak berhenti sampai di sana, kita membandingkannya dengan tradisi atau nilai-nilai disekeliling hidup kita. Dan akhirnya gema kebenaran Alkitab terhenti, ketika menganggu keamanan dan kenyaman kita. Nasib akhirnya bisa ditebak, Lot bukanlah pahlawan iman, karena dia punya banyak alasan untuk memperlambat mewujudkan kebenaran Tuhan dalam hidupnya. Nasib demikian juga akan menjadi milik anda dan saya, apabila 1001 alasan selalu menjadi tameng sewaktu anda ingin hidup sepadaan dengan kebenaran-Nya.
Keputusan yg Gegabah ?
“Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku. " Kejadian 19:8
Saat terdesak Lot gegabah memutuskan.Tidakkah Lot gila menawarkan anaknya yang perempuan untuk diperkosa demi melindungi tamunya. Saat situasi sulit Lot salah memutuskan. Kegabahan bisa terjadi pada siapa saja saat kita harus mau tidak mau untuk memutuskan tiap hari. Saat ada orang yang menyerang kita dengan kata-kata yang menyakitkan, tensi kita naik menjadi 150 dan kita terus berusaha untuk membalas, tidur kita tidak enak dan hidup kita menjadi emosional. Saat mendesak terus memaksa kita, seolah-olah ingin menjatuhkan anda dan saya. Namun ada dua hal yang tidak boleh kita jual, pertama : menjual hal yang penting dan kedua : menjual Yesus. Apa itu hal yang penting, mereka adalah anggota keluarga dan rasa bahagia. Saat anda terdesak memilih waktu buat keluarga dan karir, pilihlah hal yang penting. Saat anda terdesak memilih kuatir tentang kecukupan masa depan, pilihlah untuk memikir kebutuhan hanya untuk hari ini demi rasa bahagia anda tidak menjadi hilang. Saat anda terdesak memilih uang dan hidup benar di hadapan Dia, pilihlah Tuhan walau anda pasti rugi. Beranilah tegak berdiri dan teguh dalam kebenaran saat anda terdesak untuk memilih.
Saat terdesak Lot gegabah memutuskan.Tidakkah Lot gila menawarkan anaknya yang perempuan untuk diperkosa demi melindungi tamunya. Saat situasi sulit Lot salah memutuskan. Kegabahan bisa terjadi pada siapa saja saat kita harus mau tidak mau untuk memutuskan tiap hari. Saat ada orang yang menyerang kita dengan kata-kata yang menyakitkan, tensi kita naik menjadi 150 dan kita terus berusaha untuk membalas, tidur kita tidak enak dan hidup kita menjadi emosional. Saat mendesak terus memaksa kita, seolah-olah ingin menjatuhkan anda dan saya. Namun ada dua hal yang tidak boleh kita jual, pertama : menjual hal yang penting dan kedua : menjual Yesus. Apa itu hal yang penting, mereka adalah anggota keluarga dan rasa bahagia. Saat anda terdesak memilih waktu buat keluarga dan karir, pilihlah hal yang penting. Saat anda terdesak memilih kuatir tentang kecukupan masa depan, pilihlah untuk memikir kebutuhan hanya untuk hari ini demi rasa bahagia anda tidak menjadi hilang. Saat anda terdesak memilih uang dan hidup benar di hadapan Dia, pilihlah Tuhan walau anda pasti rugi. Beranilah tegak berdiri dan teguh dalam kebenaran saat anda terdesak untuk memilih.
26 January 2008
KIAT HIDUP MEMBAWA KEMAJUAN INJIL
Pernah pengalaman kesetrum ?
Kesetrum dalam kehidupan itu seperti tegangan batin, bisa terjadi saat kita berdosa (tegang karena takut ketahuan) dan saat kita hidup dalam kebenaran (tegang pilih keinginan roh dan daging). Kita bisa memilih hidup dalam tegangan 50volt (zona aman) atau tegangan 1000 volt (zona pertentangan dan perjuangan)
Pada bulan Mei 1989, Kim dan seorang teman berada di lapangan untuk memprotes rezim komunis. Mereka mengiris tangan mereka, lalu dengan darah mereka menulis pesan mereka di atas ikat kepala putih yang mereka pakai. Kim menulis kata Kemerdekaan di ikat kepalanya. Temannya menulis Demokrasi. Mereka menganggu para tentara dan turut membantu usaha memblokade kendaraan militer yang hendak memasuki lapangan Tiananmen, Beijing. Waktu itu musim panas dan udara sangat panas. Setelah dua puluh empat jam bertugas, tentara-tentara itu lapar dan haus. Mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan ataupun diminum. Kemudia Kim melihat seorang wanita tua, seorang profesor dari universitas, berjalan di sekitar tentara-tentara itu, menyediakan bagi mereka roti dan air ! Ia tertegun.
“Kemudian”, cerita Kim pada kami, “Saya bertanya kepadanya mengapa ia melakukan hal itu.” Ia menjawab, “Tentara-tentara tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat – dan saya ada di sana untuk melindungi mahasiswa.
“Itu adalah pengalaman pertama saya bersingungan langsung dengan kekristenan”, kata Kim. “Ia adalah orang Kristen pertama yang pernah saya jumpai.” Sebelumnya saya berpikir bahwa kekristenan itu menggelikan, agama orang asing. Tetapi pada waktu itu saya berpikir, Agama ini adalah agama yang baik. Allah orang Kristen pastilah Allah yang baik.
Tiga tahun kemudian Kim menempuh studi untuk mencapai gelar master di universitas lain. Di sana ia bertemu dengan orang Kristen yang mengundangnya mempelajari Injil Yohanes bersama mahasiswa-mahasiswa lainnya. Kesan pertamanya adalah, “Yesus baik, dan Ia pintar !”
Sekarang Kim menjadi benih yang baik di Tanah Cina. Profesor tua tadi adalah contoh orang yang mau hidup dalam tegangan 1000 volt, dan dia membawa kemajuan Injil (dari buku Garam dan Terang bagi Kalangan Terdekat, Jim Peterson dan Mike Shamy).
Ada dokter yang ramai dan tidak, ada pengusaha yang kaya dan tidak, ada pendeta yang terkenal dan tidak. Demikian juga ada orang Kristen yang hidupnya membawa kemajuan injil ada dan yang tidak.
Kalau kita berbicara soal kemajuan Injil dalam Alkitab, tanpa perlu berpikir pasti kita ingat “Paulus”, semangat dan komitmennya demi kemajuan injil sudah terbukti.
Di Filipi 1:12 dia berkata : “Aku menghendaki saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil.”
Latar belakang yang dialami Paulus saat itu : saat dipenjara, karena Injil. Walau Paulus di penjara dia tetap bisa membawa kemajuan Injil.
“Sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.” Filipi 1:13.
Dia di penjara bukan karena kejahatan namun membela karena berita Injil. Ini memberi kesaksian buat prajurit atau petinggi militer istana Romawi dan masyarakat Filipi.
“Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.” Filipi 4:22.
3 hambatan kemajuan Injil di dalam hidup seseorang :
1.Takut (ditolak)
2.Keberatan (tidak mau sulit)
3.Waktu (habis demi diri sendiri)
4 kiat hidup yang bisa membawa kemajuan injil :
1.Lebih peka
Kulit telapak tangan memiliki kepekaan yang berbeda dengan kulit ditangan. Kepekaan/sensitivitas demi kemajuan injil dimulai dari kepedulian dan kemauan untuk Tuhan.
Kepekaan kita bisa dites melalui pokok pembicaraan yang kita lakukan selama ini dengan orang yang belum percaya. Ada 5 level komunikasi :
1. Basa basi
2. Tentang aku
3. Tentang kamu
4. Kebenaran umum
5. Kebenaran kristus
Marcie berumur dua puluh dua tahun. Menurut penuturannya, ia bukanlah seorang yang mudah bergaul. Karena ia seorang pelanggan komuter kereta (penumpang kereta ulang-alik), maka dia selalu bertemu dengan komuter lainnya. Biasanya, penumpang mnyibukan diri dengan koran, buku, dan walkman. Namun ia memilih untuk menyapa penumpang lain dan mencoba menghafal nama-nama mereka dan tertarik untuk mengenal keluarga mereka, berbagai keprihatinan mereka, serta hobi mereka. Beberapa obrolan berlanjut dari satu kesempatan perjalanan ke kesempatan perjalanan lainnya.
Orang-orang mulai tahu. Marcie senang dan peduli mereka ! Karena imannya merupakan bagian alami dari dirinya, maka hal iman pun menjadi bagian dari obrolan-obrolannya.
Pesta spontan, ketika dia harus pindah kerja di kota lain sehingga tidak bisa bertemu mereka lagi, terjadi dalam kereta para komuter tersebut menunjukkan suatu jenis kepekaan Marcie. ( cerita diambil dari buku Garam dan Terang bagi Kalangan terdekat, Jim Peterson dan Mike Shamy).
2.Berdoa
Kemajuan injil bukanlah peristiwa namun proses. Proses ini diawali dengan doa, dan tanpa doa dipastikan proses tidak berjalan.
Apa isi doa kita selama ini ? Khususnya apa yang kita doakan buat keluarga, uang, harta, pengaruh, posisi. Mulailah menghargai dan doakan apa yang kita punya, agar dijadikan alat untuk kemajuan injilnya. Karena Tuhan bekerja lewat apa yang kita punya, bukan apa yang belum kita punya (ingat saat Musa diberitahu Tuhan tongkatnya itu yang akan Tuhan pakai), berbeda dengan cinta yang bersyarat, wanita akan menyukai seorang pria tergantung apa yang dipunyai pria itu.
Ada fase cinta :
1.Cinta Monyet/Fisik/Iseng; cinta bersemi karena kecantikan dan ketampanan
2.Cinta Kecocokan; cinta bersemi karena kalau komunikasi nyambung dan bisa saling mengerti
3.Cinta Kemapanan; cinta bersemi karena rasa aman dengan kebutuhan ekonomi setelah berkeluarga
3.Upaya Sengaja
Kemajuan Injil tidak pernah datang dengan sendirinya, perlu upaya sengaja. Belanja buku buru-buru, bisa banyak buku bagus terlewatkan. Demikian juga kesempatan banyak terlewatkan karena terburu-buru atau sibuk dengan diri sendiri. Kemajuan injil tidak bisa terjadi dengan sendirinya, namun perlu dicari, direncanakan dan diusahakan terwujud. Ingatkah perjalanan injil Paulus.
Saya belajar utk menghentikan rutinitas saya dan berpaling melihat pribadi-pribadi yang perlu uluran tangan saya. Saya perlu upaya sengaja untuk menghentikan rutinitas yang melilit hari-hari saya dan dengan upaya sengaja, saya memikirkan apa yang harus saya lakukan demi Injil.
4.Referensikan Yesus
Caranya ceritakan apas saja pengalamanmu bersama Tuhan. Ceritakan semua kebaikan yang Tuhan sudah perbuat dalam hidup kita.
Kalau begitu, siapa objek kita ?
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku,
oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati,
untuk memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tawanan,
dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara”
YESAYA 61:1
Kesetrum dalam kehidupan itu seperti tegangan batin, bisa terjadi saat kita berdosa (tegang karena takut ketahuan) dan saat kita hidup dalam kebenaran (tegang pilih keinginan roh dan daging). Kita bisa memilih hidup dalam tegangan 50volt (zona aman) atau tegangan 1000 volt (zona pertentangan dan perjuangan)
Pada bulan Mei 1989, Kim dan seorang teman berada di lapangan untuk memprotes rezim komunis. Mereka mengiris tangan mereka, lalu dengan darah mereka menulis pesan mereka di atas ikat kepala putih yang mereka pakai. Kim menulis kata Kemerdekaan di ikat kepalanya. Temannya menulis Demokrasi. Mereka menganggu para tentara dan turut membantu usaha memblokade kendaraan militer yang hendak memasuki lapangan Tiananmen, Beijing. Waktu itu musim panas dan udara sangat panas. Setelah dua puluh empat jam bertugas, tentara-tentara itu lapar dan haus. Mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan ataupun diminum. Kemudia Kim melihat seorang wanita tua, seorang profesor dari universitas, berjalan di sekitar tentara-tentara itu, menyediakan bagi mereka roti dan air ! Ia tertegun.
“Kemudian”, cerita Kim pada kami, “Saya bertanya kepadanya mengapa ia melakukan hal itu.” Ia menjawab, “Tentara-tentara tidak tahu apa yang sedang mereka perbuat – dan saya ada di sana untuk melindungi mahasiswa.
“Itu adalah pengalaman pertama saya bersingungan langsung dengan kekristenan”, kata Kim. “Ia adalah orang Kristen pertama yang pernah saya jumpai.” Sebelumnya saya berpikir bahwa kekristenan itu menggelikan, agama orang asing. Tetapi pada waktu itu saya berpikir, Agama ini adalah agama yang baik. Allah orang Kristen pastilah Allah yang baik.
Tiga tahun kemudian Kim menempuh studi untuk mencapai gelar master di universitas lain. Di sana ia bertemu dengan orang Kristen yang mengundangnya mempelajari Injil Yohanes bersama mahasiswa-mahasiswa lainnya. Kesan pertamanya adalah, “Yesus baik, dan Ia pintar !”
Sekarang Kim menjadi benih yang baik di Tanah Cina. Profesor tua tadi adalah contoh orang yang mau hidup dalam tegangan 1000 volt, dan dia membawa kemajuan Injil (dari buku Garam dan Terang bagi Kalangan Terdekat, Jim Peterson dan Mike Shamy).
Ada dokter yang ramai dan tidak, ada pengusaha yang kaya dan tidak, ada pendeta yang terkenal dan tidak. Demikian juga ada orang Kristen yang hidupnya membawa kemajuan injil ada dan yang tidak.
Kalau kita berbicara soal kemajuan Injil dalam Alkitab, tanpa perlu berpikir pasti kita ingat “Paulus”, semangat dan komitmennya demi kemajuan injil sudah terbukti.
Di Filipi 1:12 dia berkata : “Aku menghendaki saudara-saudara, supaya kamu tahu, bahwa apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil.”
Latar belakang yang dialami Paulus saat itu : saat dipenjara, karena Injil. Walau Paulus di penjara dia tetap bisa membawa kemajuan Injil.
“Sehingga telah jelas bagi seluruh istana dan semua orang lain, bahwa aku dipenjarakan karena Kristus.” Filipi 1:13.
Dia di penjara bukan karena kejahatan namun membela karena berita Injil. Ini memberi kesaksian buat prajurit atau petinggi militer istana Romawi dan masyarakat Filipi.
“Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.” Filipi 4:22.
3 hambatan kemajuan Injil di dalam hidup seseorang :
1.Takut (ditolak)
2.Keberatan (tidak mau sulit)
3.Waktu (habis demi diri sendiri)
4 kiat hidup yang bisa membawa kemajuan injil :
1.Lebih peka
Kulit telapak tangan memiliki kepekaan yang berbeda dengan kulit ditangan. Kepekaan/sensitivitas demi kemajuan injil dimulai dari kepedulian dan kemauan untuk Tuhan.
Kepekaan kita bisa dites melalui pokok pembicaraan yang kita lakukan selama ini dengan orang yang belum percaya. Ada 5 level komunikasi :
1. Basa basi
2. Tentang aku
3. Tentang kamu
4. Kebenaran umum
5. Kebenaran kristus
Marcie berumur dua puluh dua tahun. Menurut penuturannya, ia bukanlah seorang yang mudah bergaul. Karena ia seorang pelanggan komuter kereta (penumpang kereta ulang-alik), maka dia selalu bertemu dengan komuter lainnya. Biasanya, penumpang mnyibukan diri dengan koran, buku, dan walkman. Namun ia memilih untuk menyapa penumpang lain dan mencoba menghafal nama-nama mereka dan tertarik untuk mengenal keluarga mereka, berbagai keprihatinan mereka, serta hobi mereka. Beberapa obrolan berlanjut dari satu kesempatan perjalanan ke kesempatan perjalanan lainnya.
Orang-orang mulai tahu. Marcie senang dan peduli mereka ! Karena imannya merupakan bagian alami dari dirinya, maka hal iman pun menjadi bagian dari obrolan-obrolannya.
Pesta spontan, ketika dia harus pindah kerja di kota lain sehingga tidak bisa bertemu mereka lagi, terjadi dalam kereta para komuter tersebut menunjukkan suatu jenis kepekaan Marcie. ( cerita diambil dari buku Garam dan Terang bagi Kalangan terdekat, Jim Peterson dan Mike Shamy).
2.Berdoa
Kemajuan injil bukanlah peristiwa namun proses. Proses ini diawali dengan doa, dan tanpa doa dipastikan proses tidak berjalan.
Apa isi doa kita selama ini ? Khususnya apa yang kita doakan buat keluarga, uang, harta, pengaruh, posisi. Mulailah menghargai dan doakan apa yang kita punya, agar dijadikan alat untuk kemajuan injilnya. Karena Tuhan bekerja lewat apa yang kita punya, bukan apa yang belum kita punya (ingat saat Musa diberitahu Tuhan tongkatnya itu yang akan Tuhan pakai), berbeda dengan cinta yang bersyarat, wanita akan menyukai seorang pria tergantung apa yang dipunyai pria itu.
Ada fase cinta :
1.Cinta Monyet/Fisik/Iseng; cinta bersemi karena kecantikan dan ketampanan
2.Cinta Kecocokan; cinta bersemi karena kalau komunikasi nyambung dan bisa saling mengerti
3.Cinta Kemapanan; cinta bersemi karena rasa aman dengan kebutuhan ekonomi setelah berkeluarga
3.Upaya Sengaja
Kemajuan Injil tidak pernah datang dengan sendirinya, perlu upaya sengaja. Belanja buku buru-buru, bisa banyak buku bagus terlewatkan. Demikian juga kesempatan banyak terlewatkan karena terburu-buru atau sibuk dengan diri sendiri. Kemajuan injil tidak bisa terjadi dengan sendirinya, namun perlu dicari, direncanakan dan diusahakan terwujud. Ingatkah perjalanan injil Paulus.
Saya belajar utk menghentikan rutinitas saya dan berpaling melihat pribadi-pribadi yang perlu uluran tangan saya. Saya perlu upaya sengaja untuk menghentikan rutinitas yang melilit hari-hari saya dan dengan upaya sengaja, saya memikirkan apa yang harus saya lakukan demi Injil.
4.Referensikan Yesus
Caranya ceritakan apas saja pengalamanmu bersama Tuhan. Ceritakan semua kebaikan yang Tuhan sudah perbuat dalam hidup kita.
Kalau begitu, siapa objek kita ?
“Roh Tuhan ALLAH ada padaku,
oleh karena TUHAN telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik
kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati,
untuk memberitakan pembebasan
kepada orang-orang tawanan,
dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara”
YESAYA 61:1
23 January 2008
Tes Managemen Waktu 1
Seberapa baikkah anda memanage waktu ?
Jawab Y kalau pernyataan sesuai dengan Anda, jawab T kalau pernyataan tidak sesuai dengan Anda.
Y/T
____ 1. Menurut saya membuang waktu untuk membuat jadwal rencana tugas harian
____ 2. Tujuan akademis saya sudah jelas.
____ 3. Merupakan masalah besar bagi saya, jika saya belum mengerjakan tugas di menit-menit`terakhir harus dikumpulkan
____ 4. Saya mengatur waktu saya dengan baik
____ 5. Saya ingin lebih bersemangat
____ 6. Mudah bagi saya untuk berbicara dengan orang yang mampir kerumah dalam waktu yang singkat disaat saya sedang belajar.
____ 7. Siapa saja boleh menemui saya kapan saja mereka mau.
____ 8. Saya tau kegiatan apa saja yang lebih penting untuk difokuskan dalam hidup saya dan apa saja yang tidak.
____ 9. Saya mengharapkan kesempurnaan dalam apa saja yang saya kerjakan
____ 10. Saya punya cukup banyak waktu terluang/senggang
Kalau angka genap anda menjawab ya, maka anda mendapat 1 poin
Kalau angka ganjil anda menjawab tidak, maka anda mendapat 1 poin
Jumlahkanlah point anda ! Klik read more untuk menilai diri anda !
IF YOUR SCORE IS:
1-2 – Anda masih bisa mengatasi (You're probably on top of things but still can improve)
3-4 - Anda hampir bermasalah (You're treading water)
5-7 – Anda bermasalah mengatur waktu dgn baik (Managing your time well is a problem!)
8-10 – Anda sedang kalang kabut (You are on the verge of chaos!)
Jawab Y kalau pernyataan sesuai dengan Anda, jawab T kalau pernyataan tidak sesuai dengan Anda.
Y/T
____ 1. Menurut saya membuang waktu untuk membuat jadwal rencana tugas harian
____ 2. Tujuan akademis saya sudah jelas.
____ 3. Merupakan masalah besar bagi saya, jika saya belum mengerjakan tugas di menit-menit`terakhir harus dikumpulkan
____ 4. Saya mengatur waktu saya dengan baik
____ 5. Saya ingin lebih bersemangat
____ 6. Mudah bagi saya untuk berbicara dengan orang yang mampir kerumah dalam waktu yang singkat disaat saya sedang belajar.
____ 7. Siapa saja boleh menemui saya kapan saja mereka mau.
____ 8. Saya tau kegiatan apa saja yang lebih penting untuk difokuskan dalam hidup saya dan apa saja yang tidak.
____ 9. Saya mengharapkan kesempurnaan dalam apa saja yang saya kerjakan
____ 10. Saya punya cukup banyak waktu terluang/senggang
Kalau angka genap anda menjawab ya, maka anda mendapat 1 poin
Kalau angka ganjil anda menjawab tidak, maka anda mendapat 1 poin
Jumlahkanlah point anda ! Klik read more untuk menilai diri anda !
IF YOUR SCORE IS:
1-2 – Anda masih bisa mengatasi (You're probably on top of things but still can improve)
3-4 - Anda hampir bermasalah (You're treading water)
5-7 – Anda bermasalah mengatur waktu dgn baik (Managing your time well is a problem!)
8-10 – Anda sedang kalang kabut (You are on the verge of chaos!)
17 January 2008
Anda Diabaikan Allah, mungkinkah ?
“…Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora..Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”
Kejadian 18:20B-21
Diabaikan Allah, apakah mungkin anda dan saya diabaikan Allah beberapa detik pun. Doa anda diabaikan Tuhan, Dia sempat tidak mau mendengarkan, bisa beberapa alasan; karena Dia sibuk, menganggap anda tidak penting, atau mendahulukan hal yang lebih penting. Bisakah Allah berkelakuan demikian.
Kesedihan, kekuatiran, ketakutan anda diabaikan Tuhan. Saat anda sedih, anda tidak merasakan Allah turut membantu. Saat anda kuatir, tidak tampak Allah turun tangan mengatasi tekanan hebat di bantin anda. Saat anda takut, anda merasa capek melihat cara kerja Allah yang lamban untuk menolong hal yang menghantui anda. Betulkah Tuhan seperti itu ?
Saat Allah ingin menghancurkan Sodom dan Gomora, motif utamanya karena Dia sudah banyak mendengar keluhan beberapa orang mengenai gaya hidup di Sodom dan Gomora. Dan dikatakan Allah mau cek apa betul, dan akhirnya Allah tidak tinggal diam setelah menyetujui keluh kesah sebagian orang itu. Ini menjadi alasan yang kuat buat kita, bahwa Allah bukanlah yang mengabaikan atas jeritan hati dan tekanan batin yang anda alami. Dia mendengar dan melihat yang anda rasakan, namun Dia punya cara dan waktu yang sangat berbeda dengan anda dan saya. Percayalah..Dia bukan Allah yang mengabaikan anda !
Kejadian 18:20B-21
Diabaikan Allah, apakah mungkin anda dan saya diabaikan Allah beberapa detik pun. Doa anda diabaikan Tuhan, Dia sempat tidak mau mendengarkan, bisa beberapa alasan; karena Dia sibuk, menganggap anda tidak penting, atau mendahulukan hal yang lebih penting. Bisakah Allah berkelakuan demikian.
Kesedihan, kekuatiran, ketakutan anda diabaikan Tuhan. Saat anda sedih, anda tidak merasakan Allah turut membantu. Saat anda kuatir, tidak tampak Allah turun tangan mengatasi tekanan hebat di bantin anda. Saat anda takut, anda merasa capek melihat cara kerja Allah yang lamban untuk menolong hal yang menghantui anda. Betulkah Tuhan seperti itu ?
Saat Allah ingin menghancurkan Sodom dan Gomora, motif utamanya karena Dia sudah banyak mendengar keluhan beberapa orang mengenai gaya hidup di Sodom dan Gomora. Dan dikatakan Allah mau cek apa betul, dan akhirnya Allah tidak tinggal diam setelah menyetujui keluh kesah sebagian orang itu. Ini menjadi alasan yang kuat buat kita, bahwa Allah bukanlah yang mengabaikan atas jeritan hati dan tekanan batin yang anda alami. Dia mendengar dan melihat yang anda rasakan, namun Dia punya cara dan waktu yang sangat berbeda dengan anda dan saya. Percayalah..Dia bukan Allah yang mengabaikan anda !
Subscribe to:
Posts (Atom)