Anda diciptakan sama,namun anda diselamatkan untuk menjadi "BERBEDA"

17 January 2008

Anda Diabaikan Allah, mungkinkah ?

“…Sesungguhnya banyak keluh kesah orang tentang Sodom dan Gomora..Baiklah Aku turun untuk melihat, apakah benar-benar mereka berkelakuan seperti keluh kesah orang yang telah sampai kepada-Ku atau tidak; Aku hendak mengetahuinya.”
Kejadian 18:20B-21

Diabaikan Allah, apakah mungkin anda dan saya diabaikan Allah beberapa detik pun. Doa anda diabaikan Tuhan, Dia sempat tidak mau mendengarkan, bisa beberapa alasan; karena Dia sibuk, menganggap anda tidak penting, atau mendahulukan hal yang lebih penting. Bisakah Allah berkelakuan demikian.
Kesedihan, kekuatiran, ketakutan anda diabaikan Tuhan. Saat anda sedih, anda tidak merasakan Allah turut membantu. Saat anda kuatir, tidak tampak Allah turun tangan mengatasi tekanan hebat di bantin anda. Saat anda takut, anda merasa capek melihat cara kerja Allah yang lamban untuk menolong hal yang menghantui anda. Betulkah Tuhan seperti itu ?
Saat Allah ingin menghancurkan Sodom dan Gomora, motif utamanya karena Dia sudah banyak mendengar keluhan beberapa orang mengenai gaya hidup di Sodom dan Gomora. Dan dikatakan Allah mau cek apa betul, dan akhirnya Allah tidak tinggal diam setelah menyetujui keluh kesah sebagian orang itu. Ini menjadi alasan yang kuat buat kita, bahwa Allah bukanlah yang mengabaikan atas jeritan hati dan tekanan batin yang anda alami. Dia mendengar dan melihat yang anda rasakan, namun Dia punya cara dan waktu yang sangat berbeda dengan anda dan saya. Percayalah..Dia bukan Allah yang mengabaikan anda !

Belajar itu karena Melihat atau Mendengar ?

“…dan oleh dia segala bangsa di atas bumi akan mendapat berkat ?Sebab Aku memilih dia, supaya diperintahkannya kepada anak-anaknya dan kepada keturunannya supaya tetap hidup menurut jalan yang ditunjukkan TUHAN, dengan melakukan kebenaran dan keadilan..”
Kejadian 18:18B-19A

Tuhan memilih anda dan saya bukan tanpa tujuan. Pertama, melalui anda sekitarmu akan melihat "Tuhan" yang seperti apa. Mereka akan tahu seperti apa sifat Tuhan dari sifat anda. Mereka akan tahu cara Tuhan berespon terhadap diri mereka melalui respon anda terhadap permasalahan mereka. Mereka tahu sikap Tuhan melalui sikap anda. Mereka tahu sesuatu tentang Tuhan melalui anda. Oleh karena itu, bijaksanalah bagaimana cara anda hidup, karena anda sedang mempertaruhkan nama baik Tuhan. Itu tujuan Allah bagi Abraham yang pertama, agar Abraham menjadi bangsa yang menjadi berkat bagi banyak orang.
Kedua, melalui anda akan datang generasi yang berkenan di hadapan Dia. Bagaimana hal ini bisa terjadi ? Pernahkah anda bertanya dalam dirimu, seorang anak belajar sesuatu karena dia mendengar atau karena dia melihat. Kalau dia bisa memanggil "Pa.." atau "Ma.." itu karena dia mendengar atau karena dia melihat. Anda akan menemukan jawabannya karena dia melihat. Mereka tidak akan bisa berkata "Pa.." atau "Ma.." hanya karena mendengar, tanpa melihat gerakan bibir dan lidah anda. Begitu sebaliknya. Demikianlah cara keturunan anda bisa berkenan kepada Tuhan, melalui teladan iman anda sehari-hari.
Ini juga tujuan Allah buat Abraham, dia melahirkan keturunan yang melakukan hal yang benar dan adil.
Siapkah anda mewujudkan tujuan hidup Allah ini dalam hidupmu, percayalah bersama Dia anda dan saya pasti bisa.

Sikap Skeptis terhadap Allah, Seperti Apa ?

“Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Abraham:”Mengapakah Sara tertawa…Adakah sesuatu yang mustahil untuk TUHAN ?
Kejadian 18:13A, 14A

Saat tekanan menghampiri kita, sangat sulit kita langsung menyerahkannya pada Tuhan. Paling tidak setengah hari kita berusaha menyelesaikannya tanpa Dia, seolah-olah kita "tidak mau menganggu Tuhan". Harap maklum, itulah naluri manusia yang tidak mau dianggap tidak bisa. Anda tahu sudah pasrah dengan Tuhan apa tidak caranya lihatlah pada saat masalah menghampiri anda. Apakah kita masih berkutat dan berusaha mencari jalan keluar dan membiarkan Allah hanya sebagai penonton. Dan celakanya pada saat kita tidak menemukan jalan keluar yang memuaskan, kita tidak minta pertolongan Dia. Bahkan ocehan dan muka yang cemberut kita perlihatkan pada Dia : "Mengapa Engkau diam saja Tuhan ?" dan endingnya perkataan Tuhan yang pernah diomongkan pada kita : "Tidak ada yang sukar bagi-Ku" tidak mempan lagi meluluhkan hati kita, skeptis itulah kata yang tepat.
Sara sudah menjadi skeptis, karena dia menganggap Allah bercanda saat mengatakan dia akan mengandung, ketika dia dan Abraham sudah sangat tua. Manusiawi saat puluhan tahun dia mengharapkan anak, tapi belum juga menjadi kenyataan, dia akhirnya menjadi skeptis. Tapi, "tidak ada yang sukar bagi Tuhan" tetap terbukti benar, karena Sara dan Abraham mempunyai anak saat mereka secara manusia sudah didok palu tidak akan bisa punya anak lagi. Kalau begitu mengapa anda tetap skeptis ? tentu tidak ada gunanya bukan ?

05 January 2008

Mengapa harus menunggu ?

"Abraham berumur delapan puluh enam tahun, ketika Hagar melahirkan Ismael baginya. Ketika Abraham berumur sembilan puluh sembilan tahun...."
Kejadian 16:16-17:1a


"Siapa cepat dia dapat !", demikian bunyi salah satu iklan perusahaan untuk mendapat perhatian anda kepadanya. "15 menit, pizza sudah tersedia di meja anda", demikian kata pramusaji dengan mantap. Jadi menunggu dipastikan tidak memberi kepuasan dan manfaat apapun, utk jaman sekarang. Namun berbeda di pandangan Allah soal menunggu, rupanya menunggu juga masuk di dalam salah satu kurikulum sekolah Allah. Seringkali Allah menunda pertolongan dan janji-Nya digenapi guna melatih kita dewasa sebelum menerima pertolongan-Nya. Dia ingin menarik kita naik ke grade yang lebih tinggi melalui menunggu. Tidakkah kesabaran akan terbentuk setelah anda harus menunggu. Tidakkah sikap berserah dan menyerah setelah anda capek berusaha sendiri, namun tidak berhasil juga, saat anda hrs menunggu. Tidakkah kesombongan akan dikikis habis setelah anda harus menunggu. Oh rupanya, Allah punya tujuan saat kita harus menunggu. Abraham lulus dgn nilai A+, saat dia harus menunggu, setelah dia berpuluh-puluh tahun bergumul "Kapan aku punya anak, memiliki keturunan spt bintang dilangit banyaknya ?"
Bersediakah anda menunggu ??

Belajarlah dari Konselor Agung

"Kemudian datanglah firman Tuhan kepada Abram dalam suatu penglihatan : "Janganlah takut, Abram, Akulah perisaimu; upahmu akan sangat besar."
Kejadian 15:1


God is a Good Counselor. Dia begitu telaten menjawab keluhan beban berat sedang yang berkecamuk dipikiran Abraham, bahkan lebih hebat lagi tidak ada kata-kata penghakiman keluar dari mulut-Nya untuk mencela Abraham yang belum percaya. Sangat jelas Tuhan hanya punya satu agenda buat Abraham, agar Abraham berhasil hidup dlm berkat-Nya. Tuhan punya kepentingan buat keberhasilan Abraham, begitu juga dengan anda. Bertambahnya jenis virus disekeliling kita, setali tiga uang dengan kata-kata negatif yang kita terima. Pribadi yang tulus menjadi langka, namun masih ada titik cerah, masih ada Tuhan, yang di agenda-Nya tertulis nama anda, dan dengan lembut dan telaten Dia membimbing kita, agar anda dan saya dalam berkat-Nya.

Baca: Kej 15:1-6



Jangan hanya pilih yang kasat mata

"Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman TUHAN, seperti tanah Mesir, sampai ke Zoar. Hal itu terjadi sebelum TUHAN memusnahkan Sodom dan Gomora."
Kejadian 13:10


Lot memilih berdasarkan kasat mata, namun Abraham berjalan sesuai tintah Tuhan. Yang kasat mata "siap jadi", yang sesuai tintah-Nya penuh proses dan perlu sabar menunggu. Yang kasat mata penuh fasilitas yang memanjakan, namun yg sesuai tintah-Nya bermodalkan kepercayaan atas kebaikan Tuhan. Namun hasil akhirnya jelas, yang kasat mata akan dilenyapkan.
Demikian juga dengan pilihan anda sekarang; yang kasat mata seperti : memilih karir yg menanjak, mobil bergengsi, rumah elit, peralatan modern, berlibur kemanapun, bisa beli apa saja yg anda mau. Yang sesuai tintah Tuhan memilih menghantarkan kesuksesan orang lain, mengulur tangan atas penderitaan dan kesusahan org lain, selalu bertujuan bagi kemuliaan Allah untuk segala apa yg dikerjakannya, juga melahirkan generasi penerus yang penuh iman dalam Dia.